Awas Demam Chikungunya Merebak!
*Di Desa Kulu, 37 Warga Terjangkit
KARANGANYAR - Penyakit demam chikungunya merebak di Kota Santri. Penderita merasakan derita luar biasa, karena seluruh persendian sakit sehingga terasa lumpuh sementara. Penyakit chikungunya salah satunya mewabah di Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar. Puluhan warga di dua pedukuhan di desa ini terjangkit penyakit akibat alphavirus ini.
Salah satu penderita chikungunya, Nurhamid (43), warga RT 2 RW 5, Dukuh Kulu Timur, Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Selasa (29/12/2020), menuturkan, ada lima orang di keluarganya yang terserang penyakit chikungunya. Yakni, dirinya, dua anaknya yang bernama Otari Dwi Hapsari (9) dan Utami Pupita Asri (15), dan neneknya yang bernama Rumbiyati (68).
Nurhamid yang merupakan perangkat Desa Kulu ini mengaku terserang penyakit chikungunya sejak sepekan ini. Ia awalnya merasakan demam. Selanjutnya, seluruh persendian tubuhnya terasa sakit, dan muncul ruam kemerahan di sekujur tubuhnya. Ia mengaku untuk bergerak saja sulit. Maka tak heran, ia hanya tergolek di kamar tidurnya.
Untuk buang hajat, ia harus dipapah. Makan pun terkadang disuapi oleh istrinya yang tidak tertular chikungunya.
"Awalnya panas, makanya ndak ke rumah sakit karena takut corona juga," tutur dia. Setelah itu, seluruh persendian terasa sakit jika digerakkan. Ruam-ruam merah lantas muncul di seluruh tubuhnya.
"Semua persendian terasa sakit, linu. Sulit digerakkan. Semua persendian sulit digerakkan. Sudah lima hari ini saya kena," kata dia.
Dalam satu rumah, lanjut dia, ada empat orang yang kena, yakni dirinya, kedua anaknya, dan neneknya. "Anak saya yang kelas 4 SD sudah sembuh. Mungkin karena daya tahan tubuhnya bagus. Yang lain belum sembuh. Saya yang terakhir malah paling parah," katanya.
Dikatakan, kasus chikungunya mulai muncul sekitar awal bulan ini di Dukuh Kaum. Penyakit ini pun menyebar ke dua pedukuhan di desa itu, yakni Dukuh Kaum dan Kulu Timur.
"Saya satu rumah ada empat, tetangga juga ada yang kena. Sudah banyak yang kena. Saya paling akhir. Rata-rata tidak bisa gerak," kata dia.
Ia mengaku sudah memeriksakan diri ke dokter di Kecamatan Karanganyar. Saat berobat, ia juga mendapat informasi jika saat ini masih banyak kasus chikungunya.
"Saya diberi obat dan diminta untuk istirahat total," ungkap dia. 'BALUNGE DO UCUL'
Sementara itu, Rumbiyati mengaku sudah terkena chikungunya selama delapan hari. Ia merasa tersiksa dengan penyakit tersebut. "Balunge koyo do ucul (tulang seperti lepas)," ungkap dia.
Ia merasa sakit jika bangun dari tidur. Saat duduk mau tidur juga terasa sakit semua. Apalagi untuk berjalan, kata dia, tidak bisa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
