iklan banner Honda atas

Awas Penipuan Penjualan Kios Pasar Kedungwuni

Awas Penipuan Penjualan Kios Pasar Kedungwuni

**LSM dan UPT Pasang Spanduk Peringatan

KEDUNGWUNI - untuk mengantisipasi adanya penipuan jual beli kios atau los Pasar Kedungwuni, aktivis bersama pihak UPT Pasar melakukan pemasangan spanduk, Kamis (08/10/2020). Hal itu dilakukan agar masyarakat tidak tertipu.

Sekadar untuk diketahui, sebelumnya sejumlah warga mengaku menjadi korban penipuan jual beli los yang berada di Pasar Kedungwuni. Dalam melancarkan aksinya, pelaku yang mengatasnamakan orang dekat pejabat meminta uang DP dan untuk mempercayakan calon pembeli juga diberikan kunci kios.

Namun berjalannya waktu, setelah dicocokan dengan kunci los ternyata tidak bisa dibuka. Akhirnya sejumlah korban melaporkan ke pihak kepolisian. Namun karena transaksi berada di wilayah Kota Pekalongan akhirnya dilaporkan ke Polres Pekalongan Kota.

Hal itu dibenarkan Ketua Forum Masyarakat Sipil (Formasi) Kabupaten Pekalongan Much Mustadjirin. Kata dia, aksi ini berawal dari keprihatinan beberapa bulan yang lalu banyak penipuan bermodus jual beli Los di Pasar Kedungwuni. Karena itulah, pihaknya terpanggil untuk membuat spanduk.

"Kami prihatin dan supaya tidak ada lagi korban maka saya berinisiatif membuat spanduk untuk dipasang di lokasi. Namun dari pihak UPT Pasar antusias agar ikut terlibat dalam pemasangan spanduk supaya ada tanggung jawab moral, dan petugas yang memasang," katanya.

Dengan pemasangan spanduk berisikan imbauan diharapkan kedepan masyarakat itu supaya tak terpengaruh dengan iming-iming untuk mendapatkan kios atau Los Pasar. Yakni dengan cara membayar sejumlah uang yang mengatasnamakan orang dekat pejabat.

"Karena informasi yang saya dapat itu tidak diperjualbelikan, itu hanya untuk pedagang lama maupun pedagang yang berada di sekitar Pasar. Kami harapkan jangan sampai ada lagi warga yang tertipu menjadi korban jika beli kios pasar Kedungwuni."

Sementara Kepala Pasar UPT Kedungwuni, Warsidi menambahkan bahwa dengan adanya pemasangan spanduk diharapkan masyarakat tidak mudah tertipu.

"Kami minta masyarakat lebih hati hati dan waspada, " pesannya. (Yon)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: