Banjir Pantura Kian Parah
*Ratusan Warga Mengungsi
*20 Ribu Jiwa Lebih Terdampak Banjir
TIRTO - Banjir di wilayah pesisir Pekalongan kian parah. Ratusan warga mengungsi. Puluhan ribu lainnya tetap bertahan di rumah meskipun ketinggian air berkisar antara 10 cm hingga 70 cm.
Sigit (40), warga Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Minggu (7/2/2021), mengatakan, tinggi muka air banjir di desanya kemarin terus bertambah. Pasalnya, dalam dua hari kemarin hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Pekalongan. "Empat pedukuhan di sini kena banjir. Debit air semakin tinggi. Sudah banyak warga yang ngungsi. Banjir kali ini lebih besar dibandingkan tahun kemarin," terang dia.
Kades Tengeng Wetan Rochmat, mengatakan, banjir dengan ketinggian 20 cm hingga 30 cm terjadi di Dukuh Tengeng, Kendayaan, Buntu, dan Dukuh Gandu Lor. "Total ada sekitar 150 rumah yang terdampak banjir," kata dia.
Berdasarkan pantauan, banjir kali ini cukup merata terjadi hampir di seluruh wilayah pesisir. Di Kecamatan Tirto, banjir terjadi di Desa Karangjompo, Pacar, Tegaldowo, Mulyorejo, Jeruksari, Samborejo, Curug, Pandanarum, dan Desa Silirejo.
Di Kecamatan Siwalan, banjir melanda Desa Depok, Pait, Blacanan, dan Desa Tengeng Wetan. Sementara di Kecamatan Wonokerto di antaranya terjadi di sebagian Desa Bebel, Semut, Wonokerto Kulon, Pecakaran, dan Desa Pesanggrahan. Sedangkan di Kecamatan Wiradesa, banjir di antaranya melanda sejumlah rumah di Kelurahan Bener, Desa Pekuncen, dan Kelurahan Mayangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo, Minggu (7/2/2021), mengatakan, untuk update data banjir pada hari Minggu kemarin masih direkap. Kejadian banjir pada hari Sabtu (6/2/2021), berdasarkan data yang sudah masuk di BPBD ada 4.763 rumah dengan 20.848 jiwa terdampak banjir. Untuk jumlah pengungsi pada hari itu ada 368 jiwa.
Data banjir itu baru berasal dari 13 desa di Kecamatan Tirto (9 desa), Kecamatan Siwalan (3 desa), dan di Kecamatan Wonokerto (1 desa). Padahal pada hari Minggu kemarin banjir terus meluas. "Yang hari ini (data banjir, red) masih kita rekap," kata Budi.
Budi menerangkan, pada hari Sabtu, ada 110 warga Desa Karangjompo mengungsi. Sebanyak 50 orang ngungsi di Masjid Dupantek dan 60 orang ngungsi di TPQ Nurul Hidayah. Sebanyak 31 orang warga Desa Pacar mengungsi di Kantor Sukun, dan 167 warga Desa Tegaldowo mengungsi di rumah kepala desa (54) dan di TPS3R (113). Sementara itu, ada 60 warga Desa Mulyorejo mengungsi di Kantor IPAL Komunal di desa itu.
Menurutnya, ketinggian banjir bervariasi antara 10 cm hingga 70 cm. Banjir mengakibatkan sejumlah fasilitas umum di desa terdampak seperti kantor balai desa, tempat ibadah, TPQ/madrasah, dan sekolahan.
BPBD Kabupaten Pekalongan sendiri sudah membuka dapur umum yang dipusatkan di Kantor BPBD di Kota Kajen. Sejumlah relawan tampak sudah mulai memasak sejak pukul 22.00 WIB untuk sarapan pagi para pengungsi. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
