Banjir, Produksi Besek Ikut Terdampak
KAJEN - Pandemi Covid-19 setahun terakhir ini melumpuhkan berbagai sektor perekonomian rakyat kecil. Termasuk pengrajin besek atau tempat makanan untuk hajatan atau selamatan. Perekenomian para pengrajin sempat menggeliat setelah acara hajatan diperbolehkan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan. Tapi saat ini kembali lesu terkena dampak banjir.
Hal itu seperti dialami perajin di Desa Kutorejo Kecamatan Kajen. Seorang perajin besek Tanirah, (56) warga Dukuh Manti, Desa Kutorejo, Kecamatan Kajen, Senin (01/03/2021), membenarkan. Kata dia, dirinya tidak bisa memproduksi besek semenjak penyebaran virus corona. Itu karena sebagian banyak pesanan besek adalah untuk hajatan atau selamatan warga.
"Sejak corona hajatan tidak diperbolehkan dan saat itulah produksi berhenti karena tidak ada pesanan. Kemudian acara selamatan juga jarang sehingga benar benar ikut terdampak corona, " ungkapnya.
Diakui, produksi mulai berjalan sekitar beberapa bulan lalu setelah mulai ada pesanan dari warga. Adapun saat ini dirinya hanya bisa membuat besek dengan pasokan bambu dari bosnya.
"Saat ini hanya bisa membuat saja. Untuk bambu dikirim dari bos saya, kemudian setelah jadi diambil untuk dikirim ke pemesan,"lanjutnya.
Adapun untuk satu batang bambu jenis tali, kata dia, ditaksir bisa menjadi 40 tangkep. Kemudian setelah jadi dirinya mendapat upah sekitar Rp 30 ribu. Meski dinilai tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga namun pembuatan besek tersebut dijadikan untuk mengisi waktu luang, karena saat ini pertanian sedang musim panen.
"Untuk satu batang habis sekitar dua hari, karena setelah dibelah harus dijemur supaya tidak menjamur, " ungkapnya.
Senada diungkapkan Kepala Desa Kutorejo Kecamatan Kajen, Kokoh. Menurut dia, selain penyebaran virus corona bencana alam banjir juga menjadi kendala masyarakat untuk memproduksi besek. Sebab wilayah yang biasa memesan saat ini kebanyakan terendam banjir.
"Sebagian sudah produksi namun saat ini masih terkendala banjir, " ungkapnya. (Yon)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
