Nakes RSUD Suwondo Banyak Terpapar
**Kamar Penderita Covid-19 Penuh
**Perbantukan Dokter Puskesmas
**Panggil CPNS Tenaga Perawat
KENDAL - Virus Covid-19 di Kabupaten Kendal semakin mengkhawatirkan. Bahkan saat ini banyak tenaga kesehatan (Nakes) yang terpapar Corona. Seperti Nakes di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Suwondo Kendal yang banyak terpapar Corona. Dampaknya, saat ini kamar untuk penderita Covid-19 penuh.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal pun menyiapkan solusi guna mengatasi. Diantaranya memanggil dokter yang ada di puskesmas-puskesmas untuk menggantikan tenagas medis yang terpapar. Selain itu juga mengaktifkan tenaga CPNS bidang perawat yang lolos pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2019 Kabupaten Kendal untuk mulai bertugas di rumah sakit yang dikelola pemkab tersebut. Sementara untuk mengatasi kekurangan kamar pasien, Pemkab Kendal mewacanakan pembuatan bedeng kemah untuk menampung dan sekaligus merawat pasien Covid-19.
Hal itu dibenarkan Sekda Kendal Moh Toha, Jumat (8/1/2021). "Kamar untuk penderita covid-19 penuh, tetapi tenaga medisnya lumpuh banyak yang terkena covid. Sampai kita tempuh, memperbantukan dokter-dikter dari puskesmas. CPNS yang mestinya belum menerima SK, kita panggil langsung untuk mulai bertugas. RSU siap memberikan kompensasi," katanya.
Toha mengungkapkan, berdasarkan laporan dari rumah sakit bahwa nakes yang terpapar Covid-19 perawat dan dokter. Setidaknya dari klaters rumah sakit tersebut ada sebanyak lebih dari 20 perawat yang tepapar. Untuk dokter yang terpapar belum mendapatkan informasi jumlahnya secara keseluruhan dari pihak rumah sakit.
"Perawat lebih dari 20, dan laporan untuk dokternya 2. Mungkin jelasnya bisa ditanyakan langsung ke direktur rumah sakit. Kalau persoalan dana dan alat tidak masalah. Tapi ini tenagaganya yang kerepotan," ungkapnya.
Diterangkan Toha, dalam memberikan pelayanan terhadap penderita Covid-19 di rumah sakit umum tersebut, tugas dokter hanya visitasi akan tetapi yang merawat secara teknisnya kebanyakan oleh perawat.
Terkait kamar perawatan yang penuh, pihak rumah sakit sudah melakukan penambahan sebanyak 60 kamar isolasi untuk penderita covid. Ia diharapkan nantinya tidak lagi ada penambahan pasien Covid-19 yang di rawat di rumah sakit sehingga kamar tidak kembali penuh dan perawatan terpaksa dilakukan di bedeng kemah yang dibuat rumah sakit.
"Semoga tidak ada penambahan pasien covid yang dirawat di rumah sakit hingga mebuat kamat perawatan penuh. Pihak rumah sakit sendiri sudah punya wacana membuat bedeng kemah untuk menampung pasien covid. Sebab rumah sakit di daerah lain sudah melakukan itu. Bedeng kemah sebagai antisipasi jika kamar perawatan penu," terangnya.
Dijelaskan Toha, saat ini untuk mencukupi tenaga dokter untuk menggantikan sementara yang terpapar Covid-19, pihak rumah sakit meminta bantuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal untuk bisa membantu mengambilkan dokter-dokter yang ada di Puskesmas. Sementara untuk perawatnya pada saat itu sempat ada ada dua konsep yang satu minta bantuan akademisi keperawatan di Kendal yang lulus supaya diminta sebagai volunter. Namun langkah itu tidak jadi dilakukan.
"Tadinya memang mau minta bantuan akademisi. Tetapi itu agak menghawatirkan, akan tetapi kita sudah memproses CPNS tenaga perawat yang lolos seleksi kemarin. Mereka kita panggil perscepat. meski belum dapat SK, RS sanggup memberikan kompensasi," tandasnya.
Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal Ferinando RAD Bonay. Kata dia, pihaknya sudah mendapat solusi adanya tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 di RSUD dr Suwondo. Yakni Dinkes sudah mengirimkan sebanyak 20 perawat dan 8 dokter ke rumah sakit umum tersebut. Pada kesempatan itu, Ferinando membantah adanya kabar kamar perawatan pasien covid penuh. Menurutnya, untuk ruang isolasi penderita covid tidak hanya di RSUD saja, akan tetapi juga ada di rumah sakit swasta lainnya di Kendal.
"Dokter dan perawat sudah kita kirimkan ke RSUD. Jadi tidak ada masalah, pelayanan untuk pasien Covid-19 tidak akan terkendala. Untuk kamar pasien covid penuh itu tidak lah.Kan ruang isolasi tak hanya ada di RSUD saja, di rumah sakit lainnya juga ada," kilahnya.
Sementara Komisi D DPRD Kendal, yang membidangi kesehatan, Sulistiyo Aribowo, pun membenarkan banyaknya tenaga medis di RSUD dr Suwondo yang terkonfirmasi Covid-19. Bahkan komisinya sudah menapatkan surat tembusan terkait keinginan pihak rumah sakit yang akan meminta bantuan backup tenaga medis dari puskesmas-puskesmas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
