Beras Bantuan Sosial Jamuran
SRAGI - Beras bantuan sosial yang tak layak dikonsumsi diterima oleh warga. Salah satunya Aisyah, warga Dukuh Gembyang RT 2 RW 13, Kelurahan/Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan menerima beras bantuan tidak laik konsumsi. Satu kantong beras sebanyak 10 kg kondisinya sudah menggumpal dan jamuran.
Menindaklanjuti adanya laporan beras bantuan kondisinya buruk, Pemkab Pekalongan langsung menerjunkan tim untuk melakukan penelusuran. Tim dari pemda di antaranya Kepala Inspektor Ali Reza, Kabid PPRS Dinas Sosial Munif, dan Plt Camat Sragi Slamet Riyanto mendampingi perwakilan Bulog Tegal dan Gudang Bulog Bondansari untuk mengecek laporan tersebut, Kamis (12/8/2021). Beras tak laik konsumsi itu pun langsung diganti.
Plt Camat Sragi Slamet Riyanto, diklarifikasi, kemarin siang membenarkan adanya beras bantuan sosial yang kondisinya jelek, sehingga tidak layak dimakan. Menurutnya, hanya ada satu kantong yang berisi 10 kg beras yang kondisinya jelek. Secara umum, kata dia, beras bantuan lainnya kondisinya bagus.
"Ya leres. Itu hanya satu kantong untuk KPM atas nama Aisyah, warga Dukuh Gembyang RT 2 RW 13. Memang berasnya menggumpal," kata dia.
Dikatakan, secara umum kondisi beras yang disalurkan untuk KPM lainnya di Kelurahan Sragi tidak ada masalah. "Hanya ada satu kantong berisi 10 kg beras itu saja yang jelek. Lainnya tidak ada masalah," ujar dia.
"Kita sudah klarifikasi dihadiri Inspektur, Dinsos, Bulog Tegal, dan gudang Bulog Siwalan. Penerima sudah diganti dengan beras yang bagus," lanjut dia.
Disinggung kenapa beras itu jelek, ia mengatakan, beras itu terkena air sehingga tampak busuk. "Yang lain secara umum warga Kelurahan Sragi tidak ada gejolak. Sisa beras yang belum didistribusikan yang tersimpan di Kelurahan Sragi tadi juga dicek satu persatu. Alhamdulillah kondisinya bagus semua," kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Rachmawati, dikonfirmasi terpisah menyatakan, dari hasil tracking persoalan itu sudah diselesaikan oleh Bulog. Beras yang rusak sudah diganti. Menurutnya, satu kantong beras itu rusak karena terkena air saat disimpan di Kelurahan Sragi.
"Itu kesalahan bukan di penyimpanan di Bulog tapi beras sudah diserahkan beberapa waktu yang lalu kebetulan di Kelurahan Sragi kebocoran. Air mengalir dan meresap ke beras itu. Dalam waktu beberapa hari akhirnya jamuran," terang dia. Dikatakan, beras yang rusak hanya satu kantong itu saja.
"Yang komplain hanya satu saja itu. Istilahnya itu insiden penyimpanan di kelurahan. Yang lainnya sudah diterima masyarakat dan tidak komplain. Masih bisa diterima semua. Karena memang jenis berasnya bukan premium, berasnya kan medium jadi patahannya banyak tapi masih layak makan," ujar dia.
Beras yang rusak itu pun langsung diganti dengan beras yang kondisinya baik. Disinggung jika ada kejadian serupa, Rachmawati mengatakan, kalau memang ada beras bantuan tidak layak dimakan agar dikembalikan, atau bisa menghubungi Dinsos.
"Selama ini tidak ada yang laporan. Baru tadi malam itu yang laporan. Berarti kan selama ini masih layak dimakan jadi ndak komplain," katanya.
Ia mengimbau jika ditemukan ada beras kondisinya jelek, warga berani melaporkannya. Sehingga beras itu bisa diganti.
"Apapun sumbernya bisa dari Bulog, e-warung, atau bantuan lainnya jika tidak layak dikonsumsi silahkan dikembalikan. Nanti akan diganti. Jika tidak diganti nanti kami yang akan bertindak," ujarnya. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
