iklan banner Honda atas

BOR RSUD Kajen Masih Aman

BOR RSUD Kajen Masih Aman

KAJEN - Di tengah pandemi Covid-19 dan adanya program berobat gratis, bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di RSUD Kajen masih aman. Pelayanan rumah sakit pun kian baik.

"Pengobatan gratis kita laksanakan sesuai regulasi. Platform dan sebagainya ikuti itu. Hingga saat ini berjalan dengan baik. Lonjakan signifikan jumlah pasien tidak terjadi," terang Direktur RSUD Kajen, dr Imam Praseryo, kemarin.

Lonjakan signifikan pasien belum terjadi dimungkinkan karena faktor pandemi Covid-19 belum berakhir. Namun jumlah pasien melalui program pengobatan gratis itu trennya terus naik sejak diberlakukan pada Januari 2022.

"Tren untuk pengobatan gratis naik terus. Dari bulan Januari, Februari, Maret itu naik terus," ungkap dia.

Meski ada program itu, kata dia, BOR masih aman di angka 60 persen hingga 70 persen. Ia menyebutkan, untuk ruang Covid dari kapasitas 18 pekan lalu hanya terisi 2.

"Dua minggu ini Covid sudah landai. Kita juga ada rencana nutup ruang pelayanan Covid. Jika ada pasien Covid akan kita rujuk ke RSUD Kraton. Kita sudah koordinasi dengan Dinkes jika ada pasien yang antigennya reaktif kita rujuk ke RSUD Kraton," kata dia.

WASPADAI DEMAM BERDARAH

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit demam berdarah. Di cuaca hujan-panas seperti ini perkembangbiakan nyamuk DB biasanya cukup tinggi. Data pasien DB di RSUD Kajen sendiri pada bulan Januari ada 16 kasus, Februari ada 17 kasus, dan Maret ada 3 kasus.

Semuanya tertangani dengan baik dan tidak ada kasus kematian akibat DB.
Masyarakat dimbau menggiatkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M (menguras, menutup, dan mengubur).

"DB biasanya panas 2 sampai 7 hari. Hari ke 3, 4, dan 5 harus diperhatikan sekali. Kurva panasnya kayak pelana kuda. Hari satu dua naik, hari 3, 4, 5 turun, nanti hari ke 6, 7 baru naik. Biasanya pertolongannya itu di hari ke 3, 4, 5. Masyarakat waspada di hari ketiga, empat, dan lima," katanya.

Ditambahkan, di tingkat desa banyak pantauan PSN dari kader. Sehingga kasus diharapkan tidak banyak. "Kemarin yang dirawat di sini pun sebagain besar tidak fatal. Alhamdulillah tidak ada kasus kematian," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Bupati Pekalongan Riswadi blusukan ke rumah sakit untuk pastikan program layanan kesehatan gratis bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial di Kota Santri berjalan dengan baik.

Wabup didampingi Kepala Dinas Kesehatan Setiawan Dwiantoro meninjau dua rumah sakit umum daerah (RSUD), yaitu RSUD Kajen dan RSUD Kesesi, Rabu (2/3/2022). Kunjungannya ini untuk memastikan pasien dari kalangan masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau pasien miskin mendapatkan layanan kesehatan gratis di rumah sakit tersebut.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq juga melakukan hal serupa. Bupati mengecek pelayanan di RSUD Kraton, Jumat (11/3/2022) siang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: