iklan banner Honda atas

Nekat Ceburkan Diri ke Sungai, Pedagang Ditemukan Tewas

Nekat Ceburkan Diri ke Sungai, Pedagang Ditemukan Tewas

SIWALAN - Seorang pedagang ikan hias, M. Isroi (24) warga Desa Waru Lor, Kecamatan Wiradesa diduga bunuh diri menjeburkan ke sungai dari Jembatan Glotak Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Senin(08/11/2021). Keterangan dari keluarga korban, aksi nekad itu karena bisikan gaib. Sementara peristiwa itu diketahui oleh warga yang tengah melintas di lokasi.

Data dihimpun, peristiwa itu diketahui sekitar pukul 12.00 Wib siang saat saksi Gunawan (27) yang mengendarai sepeda motor melintas di Jembatan Glotak. Sesampainya di tengah jembatan, ia mendengar ada benda jatuh di sungai. Karena penasaran, saksi langsung melihat ke arah sumber suara dan ternyata ada orang menyeburkan diri di sungai dengan ciri-ciri menggunakan kaos berwarna biru.

Saksi saat itu sempat melihat korban timbul tenggelam sebanyak 3 kali sebelum hanyut terbawa arus sungai. Adanya kejadian itu, saksi langsung memberitahukan ke warga dan diteruskan ke Polsek Sragi. Atas kejadian itu, warga berdatangan ke lokasi kejadian untuk melihat.

Sementara itu, Kapolsek Sragi Iptu Iman Santoso ketika dikonformasi Selasa (9/11/2021), membenarkan.

"Kita mendapatkan laporan dari masyarakat pada Senin (8/11/2021) sekira pukul 23.30 WIB kehilangan anggota keluarga yang diduga menjeburkan diri di Jembatan Glotak," katanya.

Setelah mendapatkan laporan, anggota Polsek Sragi bersama saksi, kepala desa, dan warga setempat mendatangi ke lokasi dimana Isro'i menceburkan diri. Setelah dilakukan pencarian oleh Tim Gabungan menggunakan perahu karet, akhirnya sekira pukul 13.00 Wib korban bisa ditemukan. Tim gabungan menemukan jasad korban sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Korban selanjutkan dievakuasi untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Kraton untuk divisum.

Kemudian, hasil pemeriksaan oleh petugas medis, tim Inafis Polres Pekalongan, dan keterangan keluarga membenarkan bahwa korban tersebut bernama Mohammad Isro'i. Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang mengkibatkan korban meninggal dunia.

"Pada tubuh korban sudah mulai terjadi proses pembusukan. Dari hasil pemeriksaan keluarga korban menerima kejadian tersebut dan menerima bahwa itu musibah," ujarnya.

Iptu Iman Santoso mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari keluarga, bahwa korban sudah meninggalkan rumah pada hari Sabtu (6/11/2021) sekira pukul 23.30 WIB.

Keterangan keluarga, korban menceburkan diri ke sungai karena mendapatkan bisikan gaib.

"Memang dari keterangan keluarga, korban ini depresi karena mempelajari ilmu kebatinan tanpa ada gurunya," ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, korban sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan ke TPU desa setempat. (Yon)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: