iklan banner Honda atas

Nelayan Kecil Masih Melaut

Nelayan Kecil Masih Melaut

Meskipun cuaca ekstrem, nelayan kecil di Kabupaten Pekalongan masih tetap melaut untuk mencari ikan.

"Di Kabupaten Pekalongan ini, nelayan kita nelayan kecil-kecil. Nelayan yang punya kapal 2-10 GT. Yang 10 GT jarang," terang Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Sirhan, kemarin.

Dikatakan, para nelayan kecil melakukan penangkapan ikan hanya di sekitar pantai utara pulau Jawa. Tidak seperti nelayan-nelayan besar yang kapalnya di atas 10 - 30 GT. "Nelayan-nelayan besar ini kan kalau melaut rata-rata lamanya di atas semingguan. Sedangkan nelayan-nelayan kita ini nelayan kecil, berangkat sore pulang pagi. Mereka hanya mencari ikan sekadar untuk biaya hidup pada hari itu. Sehari habis, sehari habis. Karena memang tangkapannya sedikit," kata dia.

Sehingga meskipun kondisi cuaca ekstrem, mereka tetap melaut. Namun diakuinya hasil tangkapannya berkurang.

"Berkurangnya tidak 100 persen, tetapi paling 30 persen saja. Ini dibuktikan dengan di TPI mereka tetap menjual ikan, melakukan aktivitas lelang seperti biasa," ujar dia.

"Karena memang TPI kecil, khusus untuk nelayan-nelayan yang kecil. Begitu juga hasil tangkapan, produksi, dari nelayan-nelayan kita itu juga kecil, jadi hasilnya hanya dijual di sekitar Pekalongan saja. Adapun kelebihan stok, ada juga sih bakul-bakul yang menjual ke Semarang. Terutama cumi, udang, dan kepiting yang berkualitas bagus. Ukurannya juga agak gede," lanjut dia.

Ia tetap mengimbau kepada nelayan supaya hati-hati saat melaut di cuaca ekstrem seperti ini.

"Di sekitar pelabuhan di sana ada sahbandar. Mereka akan selalu mengingatkan, karena mereka ini yang tahu persis tentang keadaan cuaca," ujar dia.

Menurutnya, faktor cuaca dan berkurangnya hasil tangkapan nelayan tidak terlalu memengaruhi harga ikan. Karena stok ikan, kata dia, bukan hanya di Kabupaten Pekalongan, tapi daerah lain juga ada.

"Harga ikan itu kan relatif stabil dari dulu. Gak naik turun. Kalaupun iya paling cuma sedikit. Baik ikan tangkapan laut maupun budidaya," katanya. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: