Nelayan Takut Melaut
**Selama Dua Hari Ini, Karena Cuaca Ekstrem
WONOKERTO - Akibat cuaca ekstrem, nelayan di Kabupaten Pekalongan dalam dua hari ini tak melaut. Suasana di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto pun sepi.
Kepala TPI Wonokerto, Herwoyo Setiawan, Senin (7/12/2020), mengatakan, akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam dua hari ini mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan, nelayan di Pantai Wonokerto tidak berani melaut. Akibatnya, proses lelang ikan di TPI Wonokerto sepi.
"Sejak kemarin TPI sepi. Nelayan tidak melaut karena cuaca ekstrem," terang dia.
Dikatakan, jika hujan intensitas tinggi turun, maka gelombang laut akan tinggi. Selain itu, angin juga bertiup kencang. Sehingga nelayan memilih untuk menyandarkan perahunya hingga cuaca kembali bersahabat.
"Pembuat ikan asin di sini juga kesulitan menjemur ikan karena cuaca tak mendukung," kata dia.
KONDISI SIMONET
Sementara itu, Kepala Desa Semut, Sugiono, dikonfirmasi terpisah kemarin, menyatakan, kondisi rob di Dukuh Simonet yang langsung di tepian laut lepas masih belum tinggi. "Kondisi sekarang belum tinggi. Masih biasa," ungkap dia.
Disinggung persiapan pencoblosan di dukuh itu, ia sudah melakukan koordinasi dengan PPS setempat agar lokasi TPS dicarikan tempat yang paling aman dari genangan rob.
"TPS masih utuh didirikan di Simonet. Kemarin sudah saya sampaikan ke PPS agar cari lokasi yang paling aman. PPS menghendaki di lokasi biasanya, namun saya rasa kurang aman. Saya geser ke sebelah selatan musala. Lokasinya di jalan. Lebih tinggi dari tempat lainnya. Saya kira lebih aman. Di Simonet jumlah pemilih sekitar 180-an," terang dia. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
