iklan banner Honda atas

Busyet, Pernikahan Melonjak 100%

Busyet, Pernikahan Melonjak 100%

**Sehari di Satu KUA Bisa Tembus 40 Pernikahan

KAJEN - Pernikahan di bulan Syawal atau Lebaran 2021 diperkirakan akan melonjak tinggi. Lonjakan pernikahan bisa dua kali lipat dibandingkan bulan-bulan sebelum Ramadan. Apalagi di tengah masyarakat masih melaksanakan hajatan berdasarkan hitungan hari baik yang ditentukan dari 'weton' pasangan pengantin. Di hari baik itu, di satu Kantor Urusan Agama (KUA) dalam sehari saja bisa ada 40 pernikahan. Padahal, petugasnya terbatas.

"Dari sisi kuantitas pernikahan, biasanya setelah Ramadan, Hari Raya atau Syawal, lonjakan pernikahan dibandingkan bulan-bulan yang lain sebelum Ramadan itu lonjakannya bisa 50 persen hingga 75 persen, bahkan bisa dua kali lipat dibandingkan bulan-bulan biasa sebelum Ramadan," terang Kepala Kemenag Kajen, Kasiman Mahmud Desky, Senin (26/4/2021).

Di bulan Syawal, lanjut dia, ada beberapa pertimbangan kenapa jumlah pernikahan meningkat. Yakni, bulan Syawal itu saat berkumpulnya keluarga, dan waktu dimana orang-orang bisa libur. "Ini kesempatan bagi masyarakat untuk bisa melaksanakan kegiatan pernikahan atau resepsi secara terbatas," kata Kasiman.

Dengan adanya kenaikan pernikahan, lanjut dia, yang krusial itu membuat schedule untuk pernikahan yang banyak tadi, sehingga semuanya bisa terlayani dengan baik.

"Disamping bulan Syawal keluarga berkumpul, dalam istilah Jawa ada hari baik. Kalau di sebagian masyarakat kita hari baik itu hari Jumat, ada juga masyarakat kita yang hari baik itu Selasa Wage. Jadi kita tidak memaksakan masyarakat harus nikah tanggal ini, hari ini. Tapi tergantung dari permintaan masyarakat. Karena nikah di luar kantor itu sesuai dengan jadwal yang diminta oleh masyarakat. Sedangkan nikah di kantor kan sesuai jam kerja," ungkap dia.

Harapannya, KUA bisa membuat jadwal untuk bisa mengakomodir semua pernikahan yang banyak pada hari-hari baik itu. Masyarakat juga diminta bisa memahami pernikahan di luar kantor itu bukan hanya dia sendiri karena kadang-kadang satu KUA itu sehari kalau pernikahan di hari baik itu bisa 20-30 pernikahan, bahkan bisa 40 pernikahan. Sedangkan perugasnya tidak banyak.

"Ada yang satu, ada yang dua. Tidak banyak. Maka dia bisa jadi dalam sehari itu bisa berpindah dari satu tempat ke tempat yang laun untuk menghadiri pernikahan," kata dia.

Sebagai Kepala Kemenag, ia mengimbau kepada kepala KUA dan seluruh jajarannya untuk tetap melayani masyarakat dengan baik karena inti dari pelayan masyarakat itu adalah bagaimana masyarakat terlayani dengan baik dan merasa senang. Layani lah masyarakat dengan sepenuh hati.

"Khusus kepada masyarakat saya berharap, memahami kondisi KUA yang seperti itu. Artinya memberi toleransi jika terkadang petugas terlambat maka bisa dikomunikasikan dengan baik agar kegiatan setelah itu bisa berjalan dengan baik dan memahami kondisi seperti itu," harap dia.

PROKES KETAT
Di tengah pandemi Covid-19, ia menegaskan agar KUA memastikan bahwa pelaksanaan akad nikah menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Baik dari sisi kapasitas gedung yang digunakan maupun orang-orang yang datang harus mematuhi prokes seperti memakai masker, jaga jarak, dan gedung menampung maksimal 50 persen dari kapasitas gedung tersebut.

"Bagi pelaksanaan akad nikah baik itu catin, saksi, wali, dan penghulunya disamping memakai masker, harus memakai sarung tangan. Ini paket yang tidak boleh ketinggalan. Jadi memenuhi protokol kesehatan secara ketat," tandas Kasiman.

Dikatakan, pelaksanaan pernikahan bisa di kantor KUA dan di luar kantor KUA. Khusus di dalam kantor KUA, kata dia, secara regulasi memang free atau bebas dari biaya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: