Simonet jadi 'Lautan', Puluhan Rumah Rusak
**DPRD Berupaya Percepatan Relokasi
WONOKERTO - Pulau Simonet kian menjadi 'lautan'. Puluhan rumah di pedukuhan ini hilang dan rusak. Banjir rob pun kian mengancam ratusan warga di dukuh itu. Oleh karena itu, DPRD Kabupaten Pekalongan bersama eksekutif berupaya keras untuk mempercepat proses relokasi warga Simonet ke tempat yang lebih aman.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul, Minggu (14/3/2021) sore, mengatakan, pemerintah sudah mempersiapkan lahan seluas 5000 meter persegi untuk merelokasi warga Dukuh Simonet. Di pedukuhan itu, kata dia, ada sekitar 69 kepala keluarga.
"Rencana relokasi sudah diajukan ke pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Sudah diajukan ke sana tinggal melakukan langkah lebih lanjut atau pemaparan secara jelas sehingga bisa direalisasikan," kata Sumar.
Ia berharap, tahun 2021 ini relokasi bisa disetujui dan direalisasikan. "Akhir bulan ini kita akan melakukan jemput bola ke pusat. Kita minta bantuan sama DPR pusat juga melalui perwakilan kita di masing-masing partai supaya relokasi ini bisa dipercepat," ujar dia.
Pantauan terakhir, kata dia, puluhan rumah di Simonet sudah hilang dan rusak.
"Rumah dimana dulu saya reses sekarang sudah hilang. Sudah rata dengan air. Sebagian rumah lainnya sudah rusak," katanya.
Sebagian daratan di Simonet, lanjut dia, sudah jadi lautan. Apalagi jika robnya naik, hampir semua wilayah di pedukuhan itu terendam air.
"Saat ini rob naik. Sampai bulan-bulan depan rob masih ada. Puncaknya diprediksi bulan lima," ungkap Sumar.
Diakuinya, untuk wilayah di utara tanggul memang belum bebas dari rob. Untuk selatan tanggul, rob sudah teratasi. Persoalan itu, kata dia, tidak bisa diatasi dalam waktu singkat. Harus diselesaikan secara bertahap.
Sebelumnya diberitakan, ratusan warga Dukuh Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, dilanda banjir rob.
Warga berharap proses relokasi bisa dipercepat karena hidup di 'pulau' itu sudah tidak nyaman dan membahayan nyawa mereka.
Joyo Kusumo, warga RT 14 RW 6 Dukuh Simonet, Senin (8/3/2021), menuturkan, banjir rob melanda pedukuhan itu sejak tiga hari ini. Banjir rob, kata dia, datang dua kali dalam sehari, yakni pagi dan sore hari.
"Rob datang pagi pukul 05.00 WIB hingga pukul 08. Sore datang lagi. Pukul 17.00 WIB hingga 19.00 WIB. Durasi tiga jam ini paling tinggi robnya," kata dia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
