Pembagian Lapak Pasar Darurat Kisruh
**Pedagang Cari Tempat Sendiri
WIRADESA - Pembangunan Pasar Tradisional Wiradesa sudah dimulai. Namun untuk pembagian lapak pasar darurat kisruh. Pasalnya, pedagang blok G diminta untuk mencari tempat sendiri meskipun sudah dimintai uang Rp 50 ribu untuk pengundian.
Adapun pedagang blok G yang akan ditempatkan di lokasi Pasar Senin sampai Kamis atau Terminal Wiradesa sekitar 300 pedagang. Mereka rencana akan menempati lokasi mulai Rabu (14/10/2020). Namun Selasa (13/10/2020) para pedagang yang hendak pindahan tidak menemukan tempat, pasalnya lokasi yang disediakan sudah digunakan untuk pedagang Senin - Kamis.
Sementara pedagang yang biasa jualan Senin- Kamis yang sebelumnya diminta untuk geser ke sebelah selatan tetap kekeh tidak mau. Sehingga timbul polemik antar pedagang blok G dengan pedagang Senin Kamis.
"Dari awal sudah ada kesepakatan untuk iuran Rp 50 ribu supaya dapat nomor pengundian agar mendapat lokasi lapak. Namun sekarang pedagang tiba tiba diminta untuk mencari tempat sendiri atau ngecup lokasi," ungkap Arhan salah seorang pedagang Sosis yang biasa jualan di Blok G.
Pada saat mencari lokasi lapak sendiri di tempat yang disediakan kata dia, ternyata para pedagang Senin - Kamis tidak mau pindah, sehingga pihaknya harus ribut dengan pedagang lama.
"Padahal pedagang Blok G itu ada sekitar 300 pedagang, karena tidak mau benturan dengan pedagang lama banyak yang menyewa los warga yang dekat dengan lokasi ukuran 3x1,5m. Bahkan saya sendiri ngontrak Rp 6 juta selama satu tahun, " katanya.
Adanya kejadian itu, kata dia, pedagang yang tak mampu menyewa los warga tak bisa berjualan. Padahal jualan tersebut adalah salah satu mata pencaharian mereka.
Sebelumnya diberitakan, Pasar Induk Wiradesa akan segera dibangun dengan total anggaran 92 milyar pada bulan Oktober mendatang. para pedagang secara simbolis dipindahkan ke pasar darurat Wiradesa pada hari ini, Rabu (23/9/2020). Nampak hadir dalam acara ini Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, Kepala Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Pekalongan Ir Hurip Budi Riyantini, Camat Wiradesa, Ketua paguyuban pasar Wiradesa dan sejumlah pedagang.
Pasar induk Wiradesa akan mulai dibangun pada awal bulan Oktober 2020 dengan total anggaran 92 milyar yang bersumber dari APBN melalui Perpres No.79 Tahun 2019. (Yon)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
