iklan banner Honda atas

Desa Pacar Diterjang Banjir 1 Meter

Desa Pacar Diterjang Banjir 1 Meter

TIRTO - Banjir setinggi 1 meter menyapu sejumlah wilayah di pesisir Kabupaten Pekalongan, terutama di Kecamatan Tirto dan Siwalan, Minggu (1/1/2023) dini hari.

Pasalnya, intensitas hujan di pergantian malam tahun baru itu cukup tinggi. Sejumlah warga pun panik menyelamatkan diri bersama keluarganya. Banyak barang berharga di dalam rumah tak sempat diselamatkan.

"Peralatan elektronik seperti tv, dan barang lainnya kayak kompor, dan lainnya tak sempat diamankan. Kami hanya bisa pasrah. Yang penting keluarga selamat semua," tutur Hera (40), warga Desa Pacar Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan ditemui di posko pengungsian Dupantex, Minggu (1/1/2023) siang.

Banjir sudah menerjang desanya sejak dua hari ini. Warga yang mengungsi tidak serentak. Karena ketinggian banjir berbeda-beda di tiap wilayah. "Di tempat saya ketinggian banjir di jalan sudah 1 meter, di dalam rumah sudah di atas pusar orang dewasa," ungkap dia.

Ia mengaku mengungsi bersama suaminya dan bapaknya. Sedangkan adiknya mengungsi ke rumah kerabat di Tegal sembari liburan tahun barunan. "Saya mengungsi dengan suami dan bapak. Adik ke Tegal sekalian liburan. Saya liburannya di sini saja (pengungsian,red)," tuturnya.

Abdurohim (55), warga RT 2 RW 5 Desa Pacar mengaku tak mengungsi meski rumahnya terendam banjir hingga ketinggian sekitar 1 meter. Ia bersama warga lainnya yang laki-laki menjaga pemukiman dari kemungkinan adanya oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan sepinya perkampungan karena banyak warga yang mengungsi. "Istri yang ngungsi di masjid. Saya dan beberapa warga lainnya sukarela membantu menjaga keamanan di kampung. Khawatir ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," kata dia.

Dikatakan, banjir pada hari pertama ketinggiannya sekitar lutut orang dewasa. Namun hujan terus mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan, terutama di daerah selatan. Akibatnya banjir tak kunjung surut, bahkan kian besar. Karena wilayah utara dapat kiriman air dari daerah selatan yang posisinya lebih tinggi. "Ketinggian air dini hari tadi 1 meter. Barang-barang basah semua seperti kasur dan lainnya. TV, kulkas, dan beberapa barang berharga sudah saya amankan. Pintu rumah saya tutup, agar barang-barang tidak keluar hanyut dibawa banjir," ungkap dia.

Ia mengaku untuk korban banjir yang berada di perkampungan hingga Minggu siang tadi belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Warga yang bertahan di kampung masak seadanya di tempat yang tidak kebanjiran. "Di sini Alhamdulillah belum ada bantuan. Di masjid (posko pengungsian,red) mungkin sudah ada bantuan," kata dia.

Ia berharap pemerintah bisa mengatasi banjir yang tiap tahun datang tersebut. Menurutnya, banjir di awal tahun 2023 ini lebih besar karena ada banjir rob ditambah kiriman air hujan. "Biasanya rob dari Sungai Meduri. Ini campur air hujan," terang dia.

Menurutntya, banjir di desanya biasanya berlangsung selama satu minggu baru surut. Namun sehabis itu ada banjir susulan. Bahkan banjir susulannya bisa sampai tiga kali. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: