iklan banner Honda atas

Desa Winduaji Rawan Longsor

Desa Winduaji Rawan Longsor

**Mahasiswa Undip Buat Peta Kerentanan Tanah Longsor

PANINGGARAN - Desa Winduaji di Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, rawan longsor. Wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi seluas 0,335919033 km2 (9,4% dari total luas wilayah Desa Winduaji). Sedangan kawasan kerentanan sedang seluas 2,063429191 km2 atau 58% dari total luas wilayah Desa Winduaji.

Demikian hasil paparan mahasiswa Undip bernama Bela Karbela di balai desa setempat, kemarin. Mahasiswi Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Undip ini membuat Peta Kerentanan Tanah Longsor Desa Winduaji saat melakukan KKN di desa itu.

Bela Karbela mengatakan, mahasiswa KKN Undip dibawah dosen pembimbing lapangan Farid Agushybana melaksanakan kegiatan peningkatan pemahaman perangkat Desa Winduaji mengenai identitifikasi bencana tanah longsor melalui Peta Kerentanan Tanah Longsor Desa Winduaji. Program kegiatan KKN ini dibuat atas dasar di desa ini terjadi bencana tanah longsor secara berturut-turut di tahun 2019 dan 2020.

"Meskipun skala bencana tanah longsor yang terjadi tidak besar, namun tetap harus menjadi perhatian bagi pemerintah Desa Winduaji," kata Bela.

Diharapkan melalui program KKN ini, pemerintah dapat secara efektif melakukan penanggulangan bencana longsor pada titik-titik wilayah dengan kerentanan bencana longsor tinggi. Bagi warga, lanjut dia, peta ini berguna untuk meningkatkan kewaspadaan akan adanya bencana, dan berusaha juga untuk tidak merusak lingkungan karena timbul kesadaran daerah yang ditinggali merupakan daerah rawan bencara longsor.

Program kegiatan KKN dilaksanakan di Balai Desa Winduaji dan dihadiri oleh perangkat desa Winduaji. Mahasiswa KKN Undip mempresentasikan melalui video tentang cara membaca peta kerentanan tanah longsor dan penjabaran area-area rawan longsor di Desa Winduaji kepada perangkat desa setempat.

Dipaparkannya, pada Peta Kerentanan Tanah Longsor Desa Winduaji tingkat kerawanan dibagi dalam empat tingkat kerentanan. Yaitu, tidak rawan, kerentanan kecil, kerentanan sedang, dan kerentanan tinggi. Dari peta tersebut diketahui bahwa wilayah RW 1 dan RW 2 didominasi oleh tingkat kerentanan rendah, RW 4 dodiminasi oleh tingkat kerentanan rendah dan sedang, dan untuk RW 3 dan RW 5 didominasi dengan tingkat kerentanan tinggi.

"Di RW 3 dan 5 dapat dilihat bahwa daerah dengan tingkat kerentanan tinggi berada di area hutan dan jauh dari pemukiman. Hal yang perlu diwaspadai adalah di semua RW terdapat titik dengan tingkat kerawanan tinggi yang tersebar di area pemukimannya, terutama di RW 4 dan RW 3. Secara nyata di RW 3 sendiri, di tahun 2019 dan 2020 terjadi tanah longsor yang mengakibatkan runtuhnya tanggul Sungai Kidul dan mengakibatkan rusaknya saluran irigasi di RW 3," terang dia.

Sementara itu, Muhammad Sholeh (56), Kasi Kesra Desa Winduaji mengatakan, dengan adanya penjelasan dari mahasiswa KKN Undip, dirinya bisa menangkap bahwa ternyata Desa Winduaji memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana tanah longsor, dan yang paling diwaspadai adalah wilayah RW 3 dan RW 5.

Ia berharap, Pemerintah Desa Winduaji kedepannya mampu mensosialisasikan kepada warganya, terutama warga RW 3 dan RW 5 untuk bersama-sama bagaimana mengantisipasi bencana longsor. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: