Pembebasan TPST Kedungkebo Tertunda
*Akibat Pandemi Covid-19
KARANGDADAP - Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan harus tertunda. Pasalnya, anggaran untuk program itu teralihkan ke penanganan Covid-19. Dinas Perkim dan LH yang menggawangi persoalan sampah pun akhirnya mengoptimalkan TPA Bojonglarang di Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) Kabupaten Pekalongan, Trinanto, dihubungi Radar, Kamis (17/6/2021), mengatakan, sesuai rencana harusnya tahun ini TPST Kedungkebo sudah sampai tahap pembebasan lahan. Rencananya untuk TPST itu pengadaan lahannya seluas 4 hektare di Desa Kedungkebo.
TPST itu semula akan dibangun agar sampah tak hanya terpusat di Bojonglarang. Namun pihaknya mau tak mau harus mengikuti kebijakan Pemkab Pekalongan yang mengalihkan anggaran untuk penanganan Covid-19.
"Ya, itu juga kan demi kesehatan," katanya.
Karena itu, lanjut dia, Dinas Perkim LH sementara ini tengah berupaya memaksimalkan TPA Bojonglarang. Mereka tengah mempersiapkan lokasi-lokasi baru di sekitaran TPA seluas 2,3 hektare itu.
Kabid Kebersihan dan Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum Dinas Perkim LH, Ari Lanang, menjelaskan, pihaknya tengah menembusi Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur untuk pembukaan lahan.
"Ini untuk ancang-ancang saja. Bagaimana pun kami harus persiapkan lokasi baru," kata Ari.
Ia menambahkan, daya tampung TPA Bojonglarang ialah 110 ton sampah. Padahal, kata dia, tiap hari timbunan sampah se-Kabupaten Pekalongan berkisar 350 ton. Tetapi yang sampai ke Bojonglarang paling banter 110 ton.
"Sejauh ini belum ada masalah. TPA Bojonglarang masih bisa menampung sih. Tapi semoga kami segera dapat lokasi baru itu," harapnya.
Selain mempersiapkan lokasi baru, lanjut Ari, pihaknya juga memperbanyak program bank sampah dan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di desa-desa. Tujuannya, agar sampah bisa tertampung terlebih dahulu di level desa atau kecamatan.
Tak hanya itu, di Kedungkebo kini telah dikembangkan Bioreaktor Kapal Selam (BKS) sebagai pengolah sampah berbasis komunitas. BKS ini digadang-gadang menjadi salah satu pendukung pengurai sampah di Kabupaten Pekalongan.
"Itu hasil kerjasama pemerintah desa setempat dengan infulencer dari Pati. Kalau nanti TPST Kedungkebo sudah jadi, mereka tetap akan dibiarkan berjalan biar sistem pengolahan sampah makin kuat," ujar dia.
Sementara itu, TPST Kedungkebo sesuai rencana akan dibangun seluas 3-5 hektare dilengkapi teknologi pengolahan sampah mutakhir. "Targetnya bisa menangani sampah 100 ton per hari," jelas Ari. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
