Plt Kadindik Terpapar Corona
*Sehari, Ada Tambahan 14 Kasus Baru
*Terbanyak Klaster Guru SMAN 4 Pekalongan
KAJEN - Dalam sehari, ada penambahan 14 kasus baru Covid-19 di Kabupaten Pekalongan. Pejabat dan ASN pun tak luput dari serangan virus corona. Tambahan terbanyak dari klaster guru SMAN 4 Pekalongan di Kota Pekalongan, yakni 11 kasus yang merupakan warga Kabupaten Pekalongan.
Salah satu pejabat yang terpapar virus corona adalah Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siti Masruroh. Dua ASN di jajaran Dinas Kesehatan juga ada yang terkonfirmasi. Meskipun ada temuan kasus di lingkungan perkantoran pemda, namun itu bukan klaster ASN. Pasalnya, mereka terpapar dari luar perkantoran pemda.
Berdasarkan data di laman www.corona.pekalongankab.go.id, dalam sehari terlihat ada penambahan 14 kasus baru. Pada tanggal 1 Juni 2021, pukul 22.11 WIB, total terkonfirmasi ada 3.067 kasus. Dengan rincian, 26 orang dirawat, 2.837 orang sembuh, 31 orang menjalani isolasi mandiri, dan 173 orang meninggal. Selang sehari atau pada tanggal 2 Juni 2021, pukul 22.33 WIB, total terkonfirmasi bertambah menjadi 3.081 kasus, atau ada penambahan 14 kasus baru. Dengan rincian, 24 orang dirawat, 2.841 orang sembuh, 43 orang isoman, dan 173 orang meninggal dunia.
Pj Sekda Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto, kemarin, menyampaikan, meskipun ada pejabat dan ASN terpapar virus corona, namun bukan termasuk klaster ASN. "Klaster ASN di kita itu aman. Kebanyakan mereka tertular di luar. Yang kemarin stafnya bu Masruroh di-swab semua, hasilnya negatif semua. Beliau kan habis dari putrane.
Tracking kita di Dinas Kesehatan juga negatif semua," ujar Pj Sekda.
Dikatakan, ASN dalam bekerja menjaga protokol kesehatan. Ia pun menekankan jika ada ASN yang tidak enak badan agar tidak masuk kerja.
"Masing-masing diberi keleluasaan untuk mengatur WHF (work from home). Menyesuaikan lah dengan situasi dan kondisi. Kalau ada yang ndak enak badan ya ndak usah masuk kerja," kata dia.
Menurutnya, semua pelayanan yang sudah online dilakukan secara online. Jika terpaksa pelayanan offline, maka prokes dilaksanakan dengan ketat seperti memakai masker, menjaga jarak, dan ada alat cuci tangan atau handsanitizer.
"Di Disdukcapil sudah banyak yang onlinenya (pelayanan dengan online)," ungkapnya.
Disinggung upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus seperti di Kudus, Bambang Irianto mengatakan, bedanya dengan Kudus, di Kabupaten Pekalongan pasien Covid tidak boleh ditunggui dan bezuk pasien tidak boleh.
"Pemakanan dilakukan sesuai prokes oleh tim pemakaman. Salat tanpa turun dari mobil. Kita galakkan terus prokes, baik di wisata, di hajatan, dan lain sebagainya. Intinya di tingkat bawah Forkompincam kita konsolidasi terus untuk satu visi sampai di PPKM mikro. Babinsa dan bhabinkamtibmas juga terjun," imbuh dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro dikonfirmasi adanya tambahan 14 kasus baru dalam sehari membenarkannya. Ia menyebutkan penambahan terbanyak dari klaster guru SMAN 4 Pekalongan di Kota Pekalongan namun warga Kabupaten Pekalongan. "Ya betul mas. Ada penambahan kasus dari klaster guru SMAN 4 Pekalongan sejumlah 11 kasus yang berasal dari Kabupaten Pekalongan. Dinkes dua kasus dan Dindik satu kasus," terang dia. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
