iklan banner Honda atas

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Ditunda

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Ditunda

*Ada PPKM Darurat

KAJEN - Tahun ajaran baru 2021/2022 dimulai Senin (12/7/2021). Tak ada kemeriahan dari siswa dan orang tua dalam menyambut tahun ajaran baru ini.

Kesibukan orang tua menyiapkan seragam baru anaknya tak lagi dilakukan. Begitu pula keceriaan anak-anak saat berebut berangkat paling pagi agar mendapatkan kursi paling depan tak lagi dirasakan.

"Saya bahkan lupa kalau anak saya ternyata hari ini resmi masuk SD. Sepatu, tas, buku malah belum beli," tutur Dewi (35), salah seorang ibu dari Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar, kemarin.

Ia berharap, wabah virus corona segera sirna. Agar anak-anak bisa kembali bersekolah. Tak lagi dengan sistem online yang terkadang justru membebani para orang tua di rumah.

Kabid Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Aji Suryo, dikonfirmasi terpisah menyampaikan, sesuai dengan arahan surat edaran SKB 4 Menteri, diharapkan tahun ajaran baru yang sesuai jadwal dimulai tanggal 12 Juli ini, sebenarnya sudah akan diadakan PTM terbatas. Dalam arti tetap sesuai protokol kesehatan, tidak menghadirkan semua siswa, dan menggunakan sistem shifting.

"Tetapi berkaitan dengan adanya PPKM darurat ini, yang sampai 20 Juli, maka kami juga mengeluarkan edaran lagi untuk PTM itu sementara ditunda sampai menunggu pemberitahuan lebih lanjut dari Satgas Covid-19 kabupaten. Intinya ditunda karena PPKM darurat," terang dia.

Disinggung jika nanti paska PPKM darurat PTM bisa dilaksanakan, ia menyebutkan sistemnya masih sama dengan PTM ujicoba kemarin. "Kalau nanti jadi dilaksanakan, PTM yang nanti itu sistemnya masih sama dengan PTM yang sebelumnya. Menggunakan sistem shifting. Anak-anak tetap kita hadirkan, tetapi tidak lebih dari 50 persen. Jadi nanti kelas dibagi. Pembelajaran daring pun masih tetap dilaksanakan. Jadi ini namanya blended learning (campuran tatap muka dan daring)," katanya.

Dikatakan, sebelum munculnya PPKM, semua sekolah sudah mempersiapkan diri secara full. Bahkan ia menilai sekolah sudah sangat siap dengan PTM.

"Karena kita satu tahun ini tidak pernah PTM, sehingga kami para guru pun waktu itu sudah sangat-sangat senang sekali ada rencana akan tatap muka. Tetapi ternyata ada PPKM jadi terpaksa sementara kami tunda dulu," ungkap dia.

Ditambahkan, guru sebagian besar sudah vaksin. Guru SD bahkan hampir 100 persen. "Kalau guru SD yang belum divaksin itu karena ada komorbid. Kalau SMP hampir semuanya sudah. Mungkin yang belum vaksin yang dosis kedua," imbuh dia. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: