PEMBELAJARAN TM DITUNDA LAGI
KAJEN - Proses pembelajaran tatap muka (TM) di Kabupaten Pekalongan yang rencananya bisa dimulai pada awal tahun 2021 akan ditunda.
"Karena provinsi menunda, kami ikuti kebijakan provinsi. Untuk langkah selanjutnya, kami akan rapat koordinasi dengan yang terkait untuk menyikapi itu," terang Asisten Pemerintahan Setda Kabupaten Pekalongan, Totok Budi Mulyanto, kemarin.
Dikatakan, Gubernur Ganjar Pranowo mengeluarkan kebijakan pembelajaran tatap muka ditunda karena penyebaran Covid-19 belum terkendali. "Prinsip kan keselamatan anak didik, guru, dan pendidik, itu kan yang utama. Jadi Kabupaten Pekalongan mengikuti kebijakan Gubernur, sambil menunggu rapat nanti untuk menentukan apa yang harus kita lakukan," tandas dia.
"Kita mengikuti kebijakan provinsi sambil kita kajian teknis, akan kita rapatkan dengan pihak terkait untuk menentukan apa yang kita lakukan nanti," lanjut dia.
Sebelumnya diberitakan, kewenangan pembelajaran tatap muka diserahkan ke pemerintah daerah.
Oleh karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan memaparkan segala persiapan pembelajaran tatap muka di hadapan Satgas Covid-19 Kabupaten Pekalongan. Dari paparan itu, Satgas akan melakukan kajian bersama tim ahli dan dinas terkait lainnya.
"Tadi sudah rakor. Sudah dipaparkan Plt Kadindik terkait rencana pendidikan tatap muka untuk SD dan SMP. Prinsip, memang kewenangan ada di tangan pemkab. Dan itu tidak wajib tapi dapat," terang Asisten Pemerintahan Setda Kabupaten Pekalongan Totok Budi Mulyanto, ditemui usai rakor.
Dikatakan, setelah rakor, hasilnya akan dikaji bersama tim ahli Satgas Covid-19 dan dinas terkait. "Kita kaji bareng, melibatkan tim ahli satgas juga, Dinas Perhubungan, dan lainnya. Sehingga prinsip kami akan secepatnya gelar rakor untuk membahas yang lebih teknis soal ini," ujar dia.
Diakuinya, pembelajaran tatap muka di tengah pandemi memang antara ketakutan dan keinginan. Keinginannya, kata dia, pendidikan bisa tatap muka. Ketakutannya anak-anak tertular virus corona. "Tapi itu bisa kami minimalisir. Bagaimana nanti teknisnya agar bisa berjalan," kata dia.
Disinggung persiapan di tingkat satuan pendidikan untuk memulai pembelajaran tatap muka, Totok mengatakan, persiapan di satuan pendidikan sebenarnya sudah dilaksanakan. Dikatakan, ada banyak hal yang harus dicukupi agar pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan, seperti sekolah menyediakan tempat cuci tangan, thermogun, dan lainnya. "Kalau itu sudah oke, tinggal memaksimalkan sarpras," ujar dia.
Disinggung teknis jika pembelajaran tatap muka akan dimulai pada awal tahun 2021, ia menerangkan, di masa pandemi untuk menghindari kerumunan dan bisa menjaga jarak, maka jumlah siswa yang masuk per kelasnya dibatasi hanya separo saja. Jam pembelajarannya pun dibatasi.
"Nanti yang masuk separo-separo. Misalnya nomer absen ganjil masuk hari ini, dan genap besoknya. Karena memang aturannya 50 persen dari jumlah semestinya. Itu jamnya dibatasi juga," terang dia.
Kegiatan pembelajaran pun hanya fokus di dalam kelas. Artinya, kegiatan dan aktivitas di luar kelas belum diperbolehkan.
"Fokus khusus di dalam kelas saja. Artinya tidak ada olahraga, tidak ada kantin, dan sebagainya," ungkap dia.
Untuk mematangkan kesiapan pembelajaran tatap muka, Satgas akan meminta Dinas Pendidikan melakukan simulasi di sekolah di tiap kecamatan. Pembelajaran tatap muka apakah akan diberlakukan di seluruh kabupaten atau per mikro zonasi juga akan menjadi bahan kajian tim Satgas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
