iklan banner Honda atas

Dinkes Gelar Vaksinasi Massal

Dinkes Gelar Vaksinasi Massal

KAJEN - Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan berupaya keras meningkatkan capaian target vaksinasi Covid-19. Salah satunya dengan melaksanakan vaksinasi massal untuk mendekatkan pelayanan kepada sasaran vaksinasi.

"Cakupan vaksin kita hari ini mulai naik. Ini juga sedang pelasanaan. Semoga ke depan naik lagi. Dan ini dari pihak Polres juga monitoring vaksinasi juga," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, kemarin.

Strategi percepatan vaksinasi, kata dia, pihaknya melaksanakan vaksinasi massal untuk dekatkan pelayanan ke desa. "Ini yang kita upayakan agar cepet," tandas dia.

Dinas Kesehatan, lanjut dia, bekerja sama dengan pihak TNI, Polri, kecamatan, pemdes, dan lainnya untuk menyukseskan capaian program vaksinasi. "Untuk saat ini memang vaksin di kita sudah didistribusikan ke Puskesmas. Ini sedang berjalan. Pelayanan ada di desa, ada di Puskesmas. Itu upaya kita untuk mendekatkan pelayanan," katanya.

Ditambahkan, pelayanan vaksinasi di desa merupakan upaya jemput bola ke sasaran vaksinasi. Sehingga masyarakat sasaran tidak berbondong-bondong ke Puskesmas. "Iya, ini juga bisa disebut jemput bola. Jadi bukannya masyarakat berbondong-bondong ke satu tempat. Dan kita terjadwal, digilir, jadi tidak memunculkan kerumunan," imbuh dia.

Sebelumnya diberitakan, capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan masih rendah. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan akan menggelorakan percepatan vaksinasi sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, menyampaikan, hingga tanggal 6 Juni 2021 total capaian vaksinasi dosis 1 di Kabupaten Pekalongan baru 33.107 orang atau 23,89%. Untuk capaian dosis 2 baru 24.761 orang (17,87%). Rincian capaian vaksinasi ini, yakni sasaran SDM kesehatan sebanyak 2.814 orang, dengan capaian vaksin dosis 1 sebanyak 2.886 orang (102,56%) dan capaian dosis 2 sejumlah 2.707 orang (96,20%).

Sasaran vaksinasi untuk petugas publik mencapai 70.528 orang, dengan capaian dosis 1 sebanyak 20.667 orang (29,30%) dan capaian dosis 2 sebanyak 15.710 orang (22,27%).

Capaian lebih kecil tampak untuk lansia. Dari sasaran 65.213 orang, capaian dosis 1 masih 8.074 orang (12,38%), dan capaian dosis 2 hanya 5.277 orang (8,09%).

"Upaya pencegahan harus kita gelorakan dalam hal ini adalah vaksinasi Covid-19. Sudah kita lakukan pendataan sasaran secara berjenjang dari desa, kecamatan, sampai tingkat kabupaten. Penyiapan SDM vaksinator, penyiapan vaksin, pelaksanaan vaksin sampai pencatatan dan pelaporan yang tepat waktu," tandas Wawan.

Ia mengatakan, sasaran total vaksinasi di Kota Santri 605.991 orang. Wawan mengatakan, capaian sasaran vaksin masih rendah karena keterbatasan jumlah vaksin.

"Kenapa kita rendah, karena ada keterbatasan jumlah vaksin. Sedangkan kita tidak bisa pengadaan sendiri. Semua dari pusat. Yang kedua, untuk data sasaran kita, yang untuk lansia itu memang kita cakupannya masih sedikit," terang dia.

Strategi ke depan pihaknya akan mendekatkan layanan kepada sasaran. Semua elemen juga akan dilibatkan untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19. "Kita coba bergerak bersama-sama. Melibatkan semua unsur. Untuk mempercepat ini," katanya.
Dikatakan, vaksin yang tersedia saat ini 17.900. Vaksin tersebut sudah distribusikan.

"Prioritasnya kita lansia dan pelayanan publik. Karena guru-guru sekolah ini ke depan ada rencana tatap muka. Guru sudah banyak yang vaksin. Ini yang belum guru-guru hanya TK dan dosen. Nanti kita kejar," katanya.
Disinggung adanya keluhan di media sosial meski sudah divaksin bisa kena Covid-19, ia mengatakan, meskipun sudah divaksin protokol kesehatan tetap harus dijaga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: