Doplak Tak Kuat Nanjak, Terguling Ke Sungai
Hari Pasaran Berujung Maut, 1 Warga Meninggal Dunia
Hari pasaran Pahingan di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan berujung duka. Satu warga meninggal dunia akibat doplak yang ditumpangi rombongan warga yang akan ke pasar pahing itu terguling ke sungai di tanjakan Kebogemulung di Desa Sukoharjo, Kamis (21/4/2022) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB. Beberapa warga lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan data Radar di lokasi kejadian dan di rumah duka, doplak atau kendaraan pikap bernopol polisi G 8763 VM dengan sopir Slamet (37), warga Dukuh Sokayasa, Desa Gembong, Kecamatan Kandangserang, usai salat Subuh atau sekitar pukul 05.00 WIB berangkat ke pasar Pahing di Desa Sukoharjo. Berdasarkan data sementara yang dihimpun polisi, sedikitnya ada 15 penumpang yang berasal dari Desa Gembong dan Karanggondang. Namun pikap ini tak hanya bermuatan manusia. Ada pula barang-barang dagangan warga seperti beras, kopi, bakso, hingga kambing yang akan dipasarkan di pasar Pahing.
Sesampainya di tanjakan Kebogemulung, pikap yang diduga over muatan ini tak kuat menanjak. Pasalnya, tanjakan cukup curam dengan kondisi jalan kurang bagus. Kendaraan pun melaju mundur hingga akhirnya terguling ke sungai sedalam 2 meter.
Akibat kejadian itu, satu penumpang bernama Sriah (50), warga Desa Karanggondang meninggal dunia. Korban langsung dimakamkan kemarin di tempat pemakaman desa setempat. Beberapa penumpang lainnya mengalami luka-luka. Bahkan ada yang mengalami patah tulang.
Aniyah (32), salah satu korban selamat, menuturkan, pagi itu sekitar pukul 06.00 WIB, ia bersama anaknya yang bernama Andini (12), pelajar kelas 5 SD, ikut berangkat ke pasar Pahing. Ada pula beberapa tetangganya yang ikut pergi ke pasar itu. Di antaranya korban meninggal yang juga masih saudaranya, dan Karnadi. Ia bersama anaknya berdiri di bak bagian belakang.
"Saya akan beli pakaian seragam sekolah dan lebaran untuk anak. Kan hari ini ada pasaran. Di sini hari pasaran tiap pahing. Hari pasarannya seminggu sekali di Desa Sukoharjo," tutur dia.
Menurutnya, pikap tak kuat saat di tanjakan sehingga melorot dan terguling ke sungai. "Saya ndak ingat karena pingsan. Saya luka di kaki. Anak saya luka di telinga. Yang meninggal itu masih saudara saya," kata dia sembari tak kuasa menahan tangis.
Kapolsek Lebakbarang AKP Turhan, mengatakan, kecelakaan itu terjadi di Desa Sukoharjo, tepatnya di area persawahan di tengah-tengah antara Desa Sukoharjo dengan Karanggondang. Kejadian sekitar pukul 06.30 WIB. "Seperti biasa warga sini belanja di pasar Pahingan di Desa Sukoharjo. Pagi itu warga menuju ke pasar naik doplak. Sampai di TKP, karena medan jalan yang terlalu terjal, kondisi jalan sempit, dan muatan penuh akhirnya tidak kuat naik dan terguling," terang dia.
Dikatakan, jumlah penumpang yang berhasil didata ada 15 orang. Namun disamping muatan manusia, ada pula muatan barang bawaan yang akan dijual seperti beras, kopi, dan hasil bumi lainnya. "Ada korban meninggal satu orang. Sekarang sedang kita identifikasi bersama Satlantas. Yang lainnya Alhamdulillah tidak ada yang fatal. Kecuali satu atas nama Bu Ripkiyah sekarang sedang dirawat di sangkal putung," terang dia.
Kanit Gakum Satlantas Polres Pekalongan Ipda Maman S, mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP, ada unsur kelalaian dari pengemudi karena tidak menguasai kendaraannya saat melalui medan yang tikungan dan tanjakan.
"Kemungkinan pengemudi kurang menguasai kendaraannya. Kendaraan berupa bak terbuka memuat orang sekitar 15 orang. Ketika memasuki tanjakan, dia kurang memperhatikan kondisi jalan. Memang kondisi jalannya juga rusak, sehingga kendaraan tak kuat menanjak. Turun dan terguling," jelasnya.
Sementara itu, Samsul, warga Desa Karanggondang, mengatakan, mobil akan berangkat ke pasar Pahing di Sukoharjo, kemarin. Mobil milik orang Sokayasa. Diduga kendaraan itu over muatan. Penumpangnya dari anak-anak hingga orang dewasa. "Warga yang ikut doplak dari Desa Gembong dan Karanggondang," kata dia. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
