iklan banner Honda atas

Edukasi Digencarkan, Vaksinasi Digenjot

Edukasi Digencarkan, Vaksinasi Digenjot

Pemkab Pekalongan Serius Tekan Laju Covid-19

Pasangan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE MM dan Wabup H Riswadi SH langsung menggebrak untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan.

Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan terpilih periode 2021-2026, Fadia Arafiq dan Riswadi, resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Gedung Gradika Bhakti Praja Semarang, Minggu (27/6/2021). Salah satu amanat khusus Gubernur adalah pasangan kepala daerah ini mampu menurunkan laju Covid-19 di Kota Santri.

Amanat itu disikapi serius oleh Fadia-Riswadi. Begitu bekerja, capaian vaksinasi langsung digenjot hingga menyasar santri dan pelajar. Edukasi tentang bahaya Covid-19 dan protokol kesehatan tanpa kenal lelah terus digeber.

Berbagai persoalan yang muncul langsung diatasi. Di antaranya menambah ruang isolasi Covid-19, menambah tenaga kesehatan untuk penanganan Covid-19, memastikan pasokan oksigen dan obat-obatan Covid aman, hingga membuat Puskesmas Kesesi 1 sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 dan tempat isolasi terpusat bagi warga yang terpapar virus corona ringan atau orang tanpa gejala.

Sejak dilantik, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq selalu turun langsung memantau kegiatan vaksinasi di masyarakat. Edukasi tentang bahaya Covid dan prokes tak kenal lelah dilakukan jajarannya. Hal ini ia lakukan karena melaksanakan amanat dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang disampaikan saat pelantikan Fadia.

"Salah satu tugas yang beliau amanatkan kepada saya adalah penanganan Covid-19. Maka saya harus serius," katanya kepada Radar Pekalongan, Jumat (30/7/2021) sore.

Menurut Fadia, edukasi kepada masyarakat tentang bahaya Covid-19 harus digencarkan. Cara menghindari Covid dengan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, jaga jarak, jauhi kerumunan, dan kurangi mobilitas harus terus digencarkan.

"Itu edukasi dulu bahwa Covid ini berbahaya khususnya kepada orang yang sudah berumur dan ada penyakit bawaan akan lebih terkena dampaknya. Edukasi kepada anak-anak muda yang suka berkerumun juga penting. Nanti dia pulang membawa penyakit dan kena orang tuanya kan kasihan yang di rumah," katanya.

Fadia menegaskan akan semaksimal mungkin mengadakan vaksinasi yang sebanyak-banyaknya untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan. "Saya akan berusaha mengejar target agar semaksimal mungkin seluruh masyatakat di Kabupaten Pekalongan ini bisa vaksin.

Sampai tingkat sekolah pun sudah menjadi sasaran vaksin," ujar Fadia.

Bahkan vaksinasi untuk pelajar dan santri diwajibkan sebagai syarat agar bisa melakukan pembelajaran tatap muka.

Ia akan mengupayakan segala cara agar bisa secara maksimal mungkin membantu masyarakat yang terkena Covid. Salah satunya mengatasi kelangkaan oksigen.

"Kita sedang komunikssi dan mencari cara agar oksigen ini tidak antre dan tidak langka dengan pihak ketiga lagi, atau tidak dengan satu distributor saja. Jangan kita stres gara-gara oksigen habis," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: