Empat Arca Terbengkelai
**Benda Bersejarah yang Berada di Kota pekalongan
KAJEN - Empat arca benda bersejarah milik Pemkab Pekalongan yang berada di Kota Pekalongan kondisinya terbengkelai dan memprihatinkan. Akibat minim perhatian, empat arca itu seperti seonggok batu-batu kurang terawat. Prihatin dengan kondisi keempat arca itu, Komunitas Kobuira Pekalongan dan Pekalongan Heritage Community menyurati Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan.
Empat arca hasil penelusuran pegiat arkeologi/sejarah Komunitas Kobuira ditanggapi Pemkab Pekalongan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan akan segera mengambil alih benda bersejarah itu dari Kota Pekalongan.
Keberadaan empat arca tersebut diketahui berkat penelusuran yang dilakukan Resnu Bachar selama bertahun-tahun. Ia merupakan pegiat arkeologi, sekaligus Ketua Divisi Sejarah dan Cagar Budaya Komunitas Kobuira Pekalongan.
Penelusuran ia lakukan usai mendapati foto jepretan Isodore van Kinsbergen tahun 1863. Isodore adalah fotografer pertama yang memotret Candi Borobudur. Selain itu, penelusuran Resnu juga berangkat dari laporan J.F.G Brummund tahun 1868 dan laporan Pusat Penelitian Arkeologi Indonesia tahun 1977-1978. Foto dan laporan-laporan tersebut menginformasikan keberadaan benda purbakala di Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Kendal.
"Jadi ini bukan tergolong temuan baru," katanya, kemarin.
Resnu kali pertama mengunjungi empat arca tersebut awal tahun 2017. Keempat arca tersebut, satu berada di gedung eks Bakorwil dan tiga di eks rumah Residen Pekalongan. Jumlah total sebenarnya ada 22 arca. Namun sebagian sudah dibawa ke Museum Nasional dan Museum Ronggowarsito.
Keempat arca tersebut yakni 2 arca Ganesha, 1 Durga Mahisasuramardini, dan 1 fragmen arca yang belum teridentifikasi. Dari langgam dan gaya, kata Resnu, dugaan sementara arca-arca itu berasal dari Dieng. "Tetapi belum ada yang menguatkan pendapat ini," ujarnya.
Ia menyebut, kondisi keempat arca tersebut kini memprihatinkan. Arca di gedung eks Bakorwil terjungkal dan sebagian tubuh arca tertanam tanah. Dua arca lain di eks rumah Residen sudah dipernis.
Berdasarkan informasi dari orang-orang di Eks Bakorwil, kata Resnu, keempat arca tersebut dahulu berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. "Karena sebelum ada Kota Pekalongan, wilayah ini masuk administrasi Kabupaten Pekalongan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Sejarah, Nilai Tradisi, Museum, dan Purbakala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Casmito, mengatakan, pihaknya kini sedang menindaklanjuti temuan tersebut. Kemarin, kata dia, surat pengambilalihan sudah sampai ke Setda setempat.
"Nanti kalau sudah turun ke kami, surat itu kami bawa ke Pemerintah Kota Pekalongan untuk menyelamatkan dan membawa arca-arca itu ke sini," kata dia. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
