iklan banner Honda atas

Empat Desa Langganan Rob

Empat Desa Langganan Rob

**Puncak Rob Pukul 03.00 Wib

WONOKERTO - Sebanyak empat desa di wilayah Kecamatan Wonokerto kerap langganan banjir rob. Ketinggian air rob terjadi sekitar pukul 03.00 wib dimana masyarakat tengah beristirahat.

Data dihimpun dari Stasiun Meteorologi, air naik pada puncaknya ketinggian mencapai 0,8 meter terjadi pada pukul 03.00 wib. Kemudian air kembali turun pukul 08.00 sampai 09.00 wib sekitar 0,4 meter. Selanjutnya air naik pada pukul 14.00 -15. 00 wib dengan ketinggian sekitar 0,8 Meter. Adapun air rob pada titik terendah sekitar pukul 21.00 wib.

Fluktuasi air rob tersebut hampir terjadi setiap hari, bahkan apabila angin kencang air kembali naik.

Camat Wonokerto, Esi Pusiana, ketika di konfirmasi, Rabu (23/09/2020), membenarkan banjir rob. Menurutnya, dari 11 desa yang ada di wilayah Kecamatan Wonokerto empat diantaranya ada yang terletak di sebelah utara atau pesisir langganan rob.

"Ada empat desa yang sering kena rob yaitu Desa Semut, Wonokerto Kulon, Api- Api, Tratebang dan Werdi. Adapun empat Desa tersebut berada di wilayah utara tanggul, " terangnya.

Diakui Camat Wonokerto, meski kerap terjadi rob warga tetap bertahan dengan mempertimbangkan karena rumah masih bisa ditempati. Dari empat desa yang langganan rob, yang paling parah adalah Dukuh Semonet Desa Semut, yang tergerus air laut disaat ombak besar.

"Untuk yang abrasi di Dukuh Semonet Desa Semut, " katanya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Wonokerto Kulon Kecamatan Wonokerto, Adi, membenarkan beberapa hari terakhir ini air rob mengalami kenaikan. "Kemarin kemarin air besar sehingga air naik, " katanya.

Dengan adanya kejadian tersebut warga sudah melakukan antisipasi apabila air terus naik.

Sebelumnya diberitakan, pemukiman Dukuh Semonet Desa Semut Kecamatan Wonokerto, Selasa (22/09/2020), kembali terendam banjir Rob. Ketinggian air mencapai 30 sampai 50 centimeter.

Informasi yang diperoleh, air rob masuk kepemukiman warga sejak tiga hari lalu. Tercatat Dukuh Semonet Desa Semut Kecamatan Wonokerto ada 54 rumah. 90 persen rumah terendam air karena berada disebelah utara tanggul raksasa.

Meski air rob masuk pemukiman, sejumlah warga tetap bertahan. Namun adapula yang mengungsi ke rumah sanak saudara yang lebih aman.
Hal itu dibenarkan Sekretaris Desa Semut Kecamatan Wonokerto, Winarso, ketika dihubungi, Selasa (22/9/2020). Menurutnya, sudah sekitar tiga hari lalu pihaknya mendapat laporan dari warganya bahwa air Rob kembali naik ke pemukiman.

"Berdasarkan catatan kami, di Dukuh Semonet Desa Semut Kecamatan Wonokerto ada 54 rumah dan sekitar 90 persen terendam. Meski demikian sejumlah warga ada yang tetap bertahan," katanya.

Diterangkan, saat ini di Dukuh Semonet Desa Semut terdapat 70 Kepala Keluarga. Padahal sebelumnya lebih banyak. Hal dikarenakan banyak warga sengaja berpindah untuk menghindari air rob yang kerap melanda wilayah sekitar. (Yon)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: