ESDM Pasang EWS di Empat Titik
*Jenis Tanah Lempung, Batuan Dasar Licin
KANDANGSERANG - Cabang Dinas ESDM Serayu Utara, Provinsi Jawa Tengah, memasang empat Early Warning System (EWS) sederhana di empat titik lokasi di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan.
Petugas ESDM juga melakukan penyelidikan guna mengetahui arah pergerakan dan kecepatan tanah gerak di Desa Bodas. "Ini pemasangan EWS yang sangat sederhana. Alat kita tidak tersedia. Memang ini kewenangan BPBD untuk memasang EWS," ujar Kepala Cabang Dinas ESDM Serayu Utara, Suhardi, kemarin.
Menurutnya, alat EWS sederhana itu dipasang agar masyarakat mengetahui jika ada pergerakan tanah, sehingga masyarakat bisa menyelamatkan diri terutama jika hujan dua jam turun terus menerus. Dikatakan, ada empat alat dipasang di empat titik yang lokasinya agak parah. Artinya di rekahan yang paling lebar.
"Nanti kalau ada gerakan tanah otomatis akan menarik ke bawah. Masyarakat kalau gerakannya cepat bisa waspada dan langsung menyelamatkan diri," ujar dia.
Berdasarkan pantauan yang dilakukan ESDM, tanah di Desa Bodas berjenis lempung, dengan batuan dasarnya licin. Sehingga wilayah itu rawan terjadi pergerakan tanah. "Memang rawan pergerakan tanah. Ini ditandai dengan rekahan- rekahan," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, bencana tanah gerak di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan berdampak pada 95 rumah di Dukuh Bodas 1 dan Bodas 2. Jumlah warga yang terdampak bencana itu mencapai 409 jiwa.
Kades Bodas, Wasgito, Selasa (15/12/2020), mengatakan, total lahan yang terdampak bencana tanah gerak di desanya sekitar 30 hektar. Dari total lahan tersebut, untuk lahan pertanian yang terdampak sekitar 5 hektar. "Rumah yang terdampak mencapai 95 rumah di Dukuh Bodas 1 dan Bodas 2. Jumlah warga yang terdampak 409 jiwa," terang dia. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
