Forkopimda Jenguk Bayi yang Dibuang Ibunya
**Dirawat di Puskesmas 2 Sragi
SRAGI - Untuk memastikan bayi malang yang ditinggalkan di teras rumah warga dalam kondisi sehat, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, mendatangi Puskesmas Sragi 2, Senin (04/04/2022).
Bupati datang ke Puskesmas Sragi 2 bersama Kapolres Dr Arif Fajar Satria, dan Kajari Kabupaten Pekalongan, H Abun Hasbulloh Syambas, serta sejumlah Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Pekalongan. Rombongan disambut oleh Muspika Sragi dan Kepala Puskesmas Sragi 2 dan tenaga kesehatan.
Dalam kesempatan itu Bupati menyempatkan menggendong bayi. Selain itu Rombongan juga memberikan sejumlah bingkisan berupa susu formula selimut, pakaian dan lainnya.
Sementara bayi laki-laki yang ditemukan lengkap dengan ari ari tersebut sudah diberi nama Alwi Romadhani.
"Kita berkunjung untuk memastikan kondisi bayi sehat. Alhamdulillah setelah dicek sehat, tidak rewel. Bayi ganteng dan putih. Bayi supaya bisa dijaga dengan baik di sini (Puskesmas Sragi 2), sambil menunggu proses selanjutnya," ungkap Fadia Arafiq.
Bupati juga berharap seluruh OPD terkait bisa bekerja sama agar kebutuhan bayi selama dirawat di Puskesmas tercukupi.
"Insya Allah bayi tidak sampai kekurangan. Akan tetapi kalau soal lainya karena ibunya harus bertanggungjawab atas perbuatanya, dan karena itu sudah diranah hukum saya harap bisa selesai dengan baik sehingga bisa berkumpul bersama keluarga dan anak, " ungkapnya.
Sementara Kapolres Pekalongan AKBP Dr Arif Fajar Satria mengutarakan, bayi ditemukan pada hari Sabtu pukul 04.30 di rumah saksi dan pada Minggu (3/4) Polres berhasil melakukan pengungkapan dan sudah menangkap pelaku.
"Hasil keterangan sementara pelaku membuang bayinya, karena ingin menitipkan si bayi pada mantan mertua. Kemudian kita akan dalami bagaimana psikologis pelaku dan hasil pemeriksaan saksi-saksi yang lain,"ungkapnya.
Sementara Taris selaku kakak kandung ibu sang bayi mengaku sangat ingin merawat si jabang bayi bersama-sama dengan anggota keluarga yang lain dan berharap si ibu bayi segera bebas. Ia mengaku sebelumnya tidak mengetahui bahwa adiknya sedang hamil.
"Perawakan adik saya bongsor jadi tidak tahu kalau sedang hami. Ya karena ini sudah terjadi saya siap merawat sang bayi hingga besar, " ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan Suniri mantan mertua sang ibu pembuang bayi. Ia mengaku ingin merawat bayi bersama keluarga, karena anak pertama yang berusia 9 tahun sampai sekarang diasuh dirinya.
"Saya mohon bayi itu bisa kami rawat bersama kakaknya, " ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
