Geliat Ekonomi Arus Bawah Perlu Terus Dikembangkan
*) Bupati Dukung Keberadaan Bumdes
WIRADESA - Di tengah pandemi Covid-19, ekonomi masyarakat arus bawah perlu terus dikembangkan. Untuk itu, keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) diyakini mampu mendorong perekonomian yang ada.
Demikian dikatakan Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi saat membuka Unit Usaha Bumdes Jati Mandiri Desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa, Senin (14/09/2020).
Bupati Asip mengatakan, kegiatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat perlu terus dilakukan melalui suport dari dana desa. Seperti kali ini, di Desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa, muncul kembali penambahan Unit usaha kerja sama dengan pihak ketiga yang diinisiasi oleh Pemdes kerjasama dengan pihak ketiga. Yakni sebagai unit usaha yang menyediakan bahan bakar untuk kendaraan bermotor.
"Ini memudahkan masyarakat untuk membeli untuk mendapatkan bahan bakar, kemudian juga secara ekonomi desa ini juga bisa dibentuk karena keuntungan dari Bumdes nanti ada sharing profit dengan desa. Kalau Dana Desa ini dikelola dengan baik Pasti ujungnya mendatangkan kebaikan atau kesejahteraan masyarakat," katanya.
Untuk keuntungan yang didapatkan, akan dikembalikan lagi untuk membangun masyarakat desa. "Nanti akan disesuaikan dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki tapi secara umum desa desa di Kabupaten Pekalongan ini Alhamdulillah ya semuanya berada dalam kondisi baik. Sehingga juga perlu mengundang kerjasama termasuk investor dari Jakarta untuk menanamkan modal dikelola bersama dengan Bumdes," katanya.
Menurut Bupati Asip, para pengelola usaha tersebut sudah profesional karena akuntabilitasnya akan dipertanggungjawabkan kepada kepala desa. Kepala desa, lanjutnya, juga tidak sendirian memutuskan namun melalui forum rapat rapat yang ada di desa diputuskan. "Berapa sering yang harus diberikan kepada Bumdes apa yang harus didukung sehingga kolaborasi antara kebijakan pemerintah desa dengan pengelolaan profesional manajemen Bumdes," tambah Bupati Asip.
Menurutnya, usaha di desa tersebut sudah banyak diantaranya usaha air minum, usaha wi-fi. "75 persen masyarakat Karangjati sudah mengakses internet ini sudah di atas rata-rata nasional di luar biasa. Ini menjadi contoh ketika Dana Desa dikelola dengan baik kemudian dimasukkan maka output dan outcome nya bisa dirasakan oleh masyarakat," kata Bupati.
Kepala Desa Karangjati Kecamatan Wiradesa, Tihar menyampaikan bahwa mendirikan Pertadesa karena memandang jalur tersebut masuk wilayah ramai. Apalagi setelah jembatan penghubung menuju Tirto dan Kedungwuni dibangun arus lalulintas menjadi ramai, sedangkan kebutuhan bahan bakar meningkat.
"Selain kita mendekatkan supaya masyarakat mudah mendapatkan BBM, ini untuk pemberdayaan. Sedangkan untuk harga kita sesuaikan sehingga para pengecer yang sudah ada tidak dirugikan atas keberadaan Pertadesa. Sehingga semua ekonomi di desa berjalan dengan baik," katanya.
Selain terdapat Pertadesa, saat ini ada sejumlah Unit usaha yang sudah berjalan dikelola Bumdes. Diantaranya usaha internet, percetakan dan Pamsimas.
Sementara Direktur Bumdes Jati Mandiri, Desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa, Miftahudin mengatakan bahwa Unit usaha baru Pertadesa ini merupakan pengembangan usaha yang ada seblumnya. Pertama 2019 awal Bumdes punya usaha internet desa dan sekarang 75 persen masyarakat sudah memanfaatkan internet.
"Kemudian 2020 ada pengembangan lagi percetakan foto kopi, selanjutnya Bumdes dikasih modal untuk air minum isi ulang.
Pertengahan 2020 ada Pamsimas untuk mengelola air bersih. Alhamdulillah dari Unit yang kita kembangkan kini sudah berkembang dan sekarang bertambah adanya usaha BBM yaitu Pertadesa," terangnya.
Melalui Pertadesa tersebut diharapkan masyarakat sekarang tidak usah jauh ke SPBU Bojong atau Wiradesa.(yon)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
