Geng Motor Mulai Bermunculan
**Polisi Gerak Cepat, Belasan Pelajar Diamankan
KAJEN - Bibit geng motor mulai muncul di Pantura Pekalongan. Mereka bahkan merekrut pelajar sebagai calon anggotanya.
Gerak cepat dilakukan Satreskrim Polres Pekalongan. Bibit geng motor ini langsung dibabat agar tak tumbuh berkembang jadi lebih besar.
Belasan pelajar diamankan Satreskrim Polres Pekalongan. Mereka direkrut untuk jadi anggota geng motor oleh seniornya. Kelompok ini pun sudah janjian untuk tawuran. Namun sebelum mereka terlibat aksi tawuran ala kelompok geng, aksinya terendus polisi. Dengan gerak cepat, polisi mengamankan mereka.
"Kita telusuri dari medsos juga. Ada postingan yang SMK Dayak Wiradesa. 11 orang itu. Untuk menghindari kejadian atau perbuatan melawan hukum maka anak-anak tersebut kita amankan," terang Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Isnovim, kemarin.
Mereka dimintai keterangan. Para pelajar ini membenarkan foto sekelompok anak bawa senjata tajam dan viral di medsos iti adalah mereka. Semuanya masih berstatus pelajar.
"Mereka memang malam itu, tanggal 6 itu, berangkat ke Pantura. Nah di sana bergabung dengan senior-seniornya atau alumni-alumninya itu. Mereka tidak terlibat aksi itu, sehingga kita kembalikan ke orang tua," ujar Isnovim.
Namun ia menegaskan, untuk pelajar atau orang lain atau senior atau alumni yang terlibat tindak pidana pasti akan terus diburu.
"Imbauan kami untuk adik-adik tidak perlu melakukan seperti itu apalagi tantang-tantangan di medsos. Geng-gengan. Tidak perlu. Kami akan menindak tegas siapa saja yang melakukan tindak pidana," tegas Kasat Reskrim.
Pihaknya tidak ingin mereka berkembang menjadi geng motor seperti di daerah lain. "Makanya kita bergerak cepat. Mereka muncul langsung kita sikat. Kita kasih tahu akhirnya seperti itu. Menyesali. Nangis. Minta maaf kepada orang tuanya," ungkapnya.
Ia pun berpesan kepada para orang tua untuk sesekali melihat isi Hp milik anaknya. "Anak itu mengikuti beberapa grup. Dilihat percakapannya. Kalau ikut di grup- grup yang tidak penting langsung saja disarankan keluar dari grup itu. Lebih baik bertemanan dengan lingkup masing-masing sekolah untuk kegiatan yang positif. Tidak posting sambil bawa sajam seperti itu," tandasnya.
Disampaikan, upaya preventif akan terus dilakukan. Seperti terus melakukan patroli. "Bapak Kapolres perintahkan semuanya turun. Baik dari fungsi intelejen, fungsi samapta, fungsi lalu lintas, dan yang terakhir penindakan oleh reskrim," ujarnya.
Dikatakan, pihaknya sudah mengetahui siapa saja yang terlibat dalam aksi di pantura itu. Ia menegaskan akan terus memburu mereka yang terlibat tindak pidana.
"Jika setelah ini ada yang bermain-main di wilayah kami akan kita sikat. Itu perintah bapak kapolres tegas sekali," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
