iklan banner Honda atas

Graduasi KPM PKH 19,5%

Graduasi KPM PKH 19,5%

SIWALAN - Di tengah pandemi Covid-19, prosentase graduasi keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pekalongan mencapai 19,5%. Artinya, berdasarkan data cut off per 15 Desember ada 8.061 tergraduasi dari jumlah KPM 41.376.

Demikian disampaikan Junaedi Abdul Wahid, selaku koordinator kabupaten, saat acara monitoring oleh Koordinator Wilayah PKH Jawa Tengah di Desa Mejasem, Kecamatan Siwalan, baru-baru ini.

Dikatakan, Jawa Tengah menduduki peringkat pertama dalam capaian graduasi nasional di tahun 2020, dengan jumlah 258.989 KPM. Jumlah capaian graduasi di Kabupaten Pekalongan sendiri berdasarkan data cut off per 15 Desember adalah 8.061 dari jumlah KPM 41.376.

"Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi SDM PKH Kabupaten Pekalongan yang telah menorehkan capaian target yang luar biasa, yakni di angka 19,5 persen," tutur Junaedi.

Sementara itu, supervisor pendamping, Taqwarini, mengatakan, PKH adalah program keluarga harapan yang merupakan program unggulan dari Kementerian Sosial, berupa pemberian bantuan sosial non tunai kepada keluarga yang kurang mampu. Adapun syaratnya selain warga yang kurang mampu juga harus terdaftar di data DTKS serta mempunyai komponen dan kategori.

"Bantuan sosial ini tidak diberikan secara terus-menerus, ada jangka waktunya. Jika KPM sudah mampu dan memenuhi kriteria, maka pendamping harus bisa menggraduasi atau meluluskan KPM dampingannya, tutur Taqwarini.

Disampaikan, sesuai instruksi Kementrian Sosial bahwa target graduasi tahun 2020 adalah 10 persen. Oleh karena itu, setiap akhir tahun ada evaluasi capaian graduasi per pendamping.

Pesan yang sama disampaikan oleh Setiawan, selaku koordinator wilayah. Menurutnya, seorang pendamping untuk bisa menggraduasi KPM harus memiliki skill dan teknik khusus dalam melakukan pendekatan. "Dan ini dibuktikan oleh para SDM PKH di Kabupaten Pekalongan. Ke depan semoga para SDM PKH bisa semakin dikuatkan peran dan kapasitasnya, mengingat tahun depan Kementrian Sosial menargetkan graduasi di angka 30 persen," imbuhnya. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: