iklan banner Honda atas

Harga Gabah Anjlok

Harga Gabah Anjlok

*Akibat Panen Raya dan Kadar Air Tinggi

KAJEN - Harga gabah di tingkat pedagang anjlok. Turunnya harga gabah ini diakibatkan saat ini tengah panen raya dan kadar air tinggi karena musim penghujan. Pedagang gabah dari Desa Sumurjomblangbogo, Kecamatan Bojong, Edy Suyitno, kemarin, mengatakan, harga gabah basah yang dipanen dengan mesin combat antara Rp 430 ribu - 440 ribu perkuintal. Harga gabah basah yang dipanen dengan mesin manual antara Rp 390 - Rp 400 ribu/kuintal.

Menurutnya, harga gabah kering giling Rp 520 ribu perkuintal. Normalnya, lanjut dia, antara Rp 550 ribu - Rp 600 ribu perkuintal.

"Harga gabah sekarang anjlok. Normalnya untuk gabah basah Rp 500 ribu dengan mesin combat, dan Rp 460 ribu yang manual," kata dia.

Disinggung penyebab anjloknya harga gabah, ia mengatakan akibat panen raya dan faktor cuaca. "Alasannya banyak hujan, sehingga tidak bisa menjemur karena yang memiliki mesin oven terbatas. Kadar air tinggi memengaruhi harga gabah," terang dia.

Dikatakan, saat ini juga tengah panen raya, sehingga pasokan gabah banyak. "Sekarang panen raya. Pusat gabah seperti Indramayu juga tengah panen raya," katanya.

Program bantuan beras kepada masyarakat yang digelontorkan oleh pemerintah di saat pandemi ini dinilainya ikut membuat lesu pasar beras.

"Bantuan beras untuk masyarakat, seperti PKH dan lainnya juga membuat pasaran lesu. Beras sudah dikuasai pemerintah. Masyarakat yang butuh beras sudah tersedia di PKH dan lainnya," kata dia.

Ditanya produktivitas gabah di Kabupaten Pekalongan, ia menyatakan produktivitas gabah di Kota Santri masih bagus. Dikatakan, perhektar rata-rata produksinya di atas 7 ton. Ia pun membandingkan di Kabupaten Purbalingga yang hanya 6,5 ton sampai 7 ton. "Kabupaten Pekalongan rata-rata 7,5 ton. Di sini petani kebanyakan nanamnya IR 32, Ciherang, dan Bagendit," kata dia. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: