Harga Kedelai Impor Naik
**Tembus Rp11Ribu, Produsen Tempe Kelimpungan
KAJEN - Beberapa hari terakhir produsen tempe di wilayah Kabupaten Pekalongan kelimpungan. Pasalnya bahan baku harga kedelai impor melambung hingga Rp 11.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 9 000 sampai 10.000 per kilogram. Kenaikan harga kedelai impor sebagai bahan baku tempe dan kedelai tersebut terjadi usai lebaran 1442 Hijriyah. Belum diketahui secara pasti penyebab kenaikan harga kedelai yang beredar di Pasar Kota Santri.
Salah seorang produsen tempe asal Kecamatan Kesesi, Darsono, membenarkan kenaikan harga kedelai. Kata dia, saat ini harga kedelai tertinggi selama memproduksi tempe. Sebab harga standar per kilogram sebelumnya masih dibawah Rp 10.000 per kilogram.
"Harga kedelai impor sekarang Rp 11 ribu per kilogram. Kenaikan terjadi sekitar beberapa minggu lalu, " katanya.
Diakui, adanya kenaikan harga kedelai impor sempat libur tidak produksi tempe. Sebab apabila produksi bisa merugi. Akantetapi setelah diamati tidak kunjung turun maka terpaksa memproduksi dengan mengurangi pembuatan.
"Satu hari biasanya produksi sekitar 30 kilogram, sekarang sementara turun jadi 25 kilo. Karena dengan kenaikan harga, kita jual tetap seperti biasa hanya saja ukuran berbeda, "ungkapnya.
Ditambahkan bahwa kualitas kedelai impor untuk bahan baku tempe cukup bagus dibandingkan dengan lokal. Karena apabila lokal ukuran lebih kecil sehingga kurang. Sedangkan lokal biasanya digunakan untuk pembuatan tahu karena harus digiling sehingga tidak mempengaruhi ukuran.
Terpisah, Kasi perlindungan Konsumen Dinperindagkop Kabupaten Pekalongan Dewi Fabanyo membenarkan harga kedelai saat ini mencapai Rp 11 ribu per kilogram. "Dari survei pasar pada awal Juni 2021 harga mencapai Rp 11.000 per kilogram, " katanya. (Yon)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
