Harga Pelet Mahal
Desa/Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, siap berinovasi untuk mengembangkan budidaya perikanan air tawar. Kendala yang dihadapi saat ini adalah harga pakan ikan (pelet) yang mahal dan penurunan kualitas air sehingga berpotensi menimbulkan penyakit pada ikan.
Kepala Desa Wonopringgo, Slamet Haryanto, kemarin, menyatakan para pemuda pemerhati lingkungan di wilayah Wonopringgo cukup antusias menyambut kegiatan pengembangan usaha perikanan yang berbasis dari potensi perairan umum darat (PUD). Dewasa ini keberadaan PUD tersebut telah dilakukan pembenahan terutama dari segi kebersihan sampah organik maupun anorganik.
Pada bulan September lalu, lanjut dia, telah dilakukan penebaran ikan sebanyak 45.000 ekor benih ikan yang berasal dari hasil swadaya, bantuan bupati, dan bantuan dari BBPBAT Sukabumi.
"Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah mahalnya harga pelet dan menurunnya kualitas air sehingga berpotensi timbulnya parasit atau penyakit ikan," kata dia.
Sementara itu, Kepala Balai Pelatihan Dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal, Moch Muchlisin, melakukan kunjungan kerja di Balai Desa Wonopringgo. Kepala BPPP Tegal diterima oleh Kepala Desa Wonopringgo didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Sirhan dan Camat Wonopringgo Tuti Haryati.
Kepala BPPP Tegal, Muchlisin, mengatakan, tujuan kehadirannya untuk memastikan lokasi desa inovasi atau desa mitra benar-benar tepat sasaran, karena hal ini akan menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam penerapan teknologi yang bersumber dari Badan Riset Dan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP). Dikatakan, desa inovasi tersebut harus memenuhi kriteria antara lain ketersediaaan SDM, SDA, dan anggaran. Selain itu, adanya dukungan pemerintah setempat, dan masyarakat setempat responsif terhadap adaptasi teknologi baru. "Hal penting lainnya adalah komitmen pemerintah daerah yang cukup tinggi dengan adanya anggaran yang sinergi dengan desa inovasi," ujar dia.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Sirhan menyambut positif kunjungan BPPP Tegal. Ia berharap, agar Desa Wonopringgo menjadi desa inovasi yang akan menerapkan pembaruan teknologi, khususnya budidaya ikan sesuai dengan kondisi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia. Sebagai desa percontohan inovasi, pihaknya menginginkan nantinya akan diikuti oleh desa-desa yang lain sehingga usaha budidaya ikan khususnya dan pembangunan kelautan dan perikanan pada umumnya di Kabupaten Pekalongan dapat sejajar dengan wilayah kabupaten lainnya.
Usai pertemuan di balai desa, acara dilanjutkan dengan kunjungan lapangan untuk melihat secara riil kondisi masyarakat pelaku pembudidaya ikan, potensi sumberdaya ikan, dan pemasalahan yang dihadapi oleh para pelaku utama. Untuk menggali permasalahan tersebut, kepala balai melakukan diskusi kelompok untuk mendapatkan gambaran, harapan, dan permasalahan, baik dari masyarakat maupun dari stakeholder. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
