Harga Sapi Diprediksi Naik Drastis
**Jelang Idul Adha, Ditambah Imbas PMK
KAJEN - Harga sapi di Kabupaten Pekalongan dipastikan naik drastis. Hal itu disebabkan mendekati Hari Raya Idul Adha 1443 H juga ada wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Selain itu banyak Pasar Hewan yang ditutup.
Diperkirakan kenaikan harga sapi mencapai 10 sampai 20 persen dibanding hari biasa. Kenaikan harga selain banyaknya permintaan untuk kurban, juga mulai merebaknya penyakit mulut dan kuku. Apalagi Pasar Hewan Kajen, sejak Rabu (18/05/2022) mulai ditutup untuk menghindari penyebaran penyakit mulut dan kuku pada hewan kurban.
Kenaikkan harga sapi dibenarkan seorang pedagang Hewan Kurban, H Sahroni. Menurut dia, beberapa minggu jelang Idul Adha 1443 H ini harga sapi sudah mulai naik. Kenaikan cukup bervariasi disesuaikan dengan kondisi hewan kurban.
"Untuk harga naik perekor sekitar 10 sampai 20 persen. Kenaikan dikarenakan adanya kelangkaan stok, kemudian banyak hewan kurban yang sakit dan pasar banyak yang ditutup, " katanya.
Diakui, dengan adanya penutupan Pasar Hewan maka para pedagang dari luar Kota tidak bisa datang ke Kota Santri. Sehingga terjadi kelangkaan hewan kurban.
"Untuk saat ini harga daging sapi lokal Rp 140 ribu dan lebaran haji diprediksi naik lagi Rp 170 kg, " katanya.
Sementara salah seorang warga yang hendak kurban, Sukri mengaku tidak masalah adanya kenaikan harga hewan kurban. Karena niat awal untuk menunaikan kewajiban bagi orang mampu.
"Kalau harga naik jelang Idul Adha sepertinya biasa, tapi yang penting meskipun harga tinggi hewanya sehat tak berpenyakit, " ungkapnya. (Yon)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
