iklan banner Honda atas

Harga Tabung Oksigen Meroket

Harga Tabung Oksigen Meroket

**Di Pasaran Langka, DPRD-Pemda Siap Awasi

KAJEN - Lonjakan kasus Covid-19 mengakibatkan ketersediaan tabung oksigen di pasaran kian langka. Harga tabung oksigen pun sempat meroket tinggi.

Aji, salah satu pembeli tabung oksigen, menceritakan, ia membeli satu set tabung oksigen berukuran satu meter kubik dengan harga Rp 6,8 juta. Ia membutuhkan oksigen itu untuk ayahnya yang dirawat di rumah.
Ia mengaku membeli satu set tabung oksigen itu di salah satu apotek di Kota Kajen pada Senin (19/7/2021).

Berdasarkan penelusuran wartawan, harga tabung oksigen serupa selang beberapa hari berikutnya di apotek yang sama sudah turun menjadi Rp 5,3 juta. Apotek mendapatkan pasokan tabung oksigen dari suplier dan distributor. Jika harga dari suplier dan distributor sudah tinggi, maka apotek akan menjual dengan harga tinggi pula. Margin keuntungan yang diambil biasanya antara 15 persen hingga 20 persen.

Padahal, harga tabung oksigen ukuran 1 meter kubik sebelum pandemi sekitar Rp 1,2 juta. Jika full set dan siap digunakan harganya Rp 2 juta. Namun pada saat terjadi lonjakan kasus Covid-19, kebutuhan tabung oksigen melonjak tinggi. Tabung oksigen kian sulit dicari. Harganya pun melonjak tinggi.

Kepala Disperindagkop UMKM Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini mengatakan, untuk oksigen dari sisi Kemendag HET maupun distribusinya tidak diatur. Karena bukan merupakan bapokting (bahan kebutuhan pokok dan penting).

"O2 sebenarnya kewenangan Kementerian Kesehatan karena itu medis seperti halnya alkes dan obat. Jadi harganya variatif," kata dia.

KEBUTUHAN MENINGKAT TAJAM

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun, mengatakan, kondisi saat ini dalam penyediaan tabung oksigen, memang dari penyedia masih kurang stok. Kelangkaan itu terjadi dimana-mana. Namun jika ada pihak-pihak yang memanfaatkan kelangkaan tabung oksigen dengan mematok harga tinggi, ia menyayangkannya. Pasalnya, banyak masyarakat yang saat ini membutuhkan tabung oksigen.

"Kemarin kita juga sudah menindaklanjuti tentang ketersediaan oksigen. Kemarin kita ke Samator. Bagaimana menyampaikan keluhan masyarakat karena ketersediaan oksigen di lapangan yang langka. Kita kroscek ke sana memang masih sangat terbatas. Karena kebutuhannya sangat meningkat. Cuma d lapangan, ini yang harus kami awasi," ungkap dia.

Dikatakan, pemkab sudah membentuk satgas oksigen. Pihaknya pun terus menyampaikan bagaimana ketersediaan oksigen.

"Tetapi di lapangan, kalau ada merugikan masyarakat tentu ini yang kami sayangkan. Kalau ada yang memainkan harga juga kami sayangkan. Jadi kami berharap, ini bukan hanya ranah kita, bahwa secara umum, oksigen di lapangan masih sangat kurang dan terbatas. Karena jumlah pasokannya masih relatif sama dengan dulu sebelum permintaan meningkat. Sebab itu sekarang langka dan terbatas ketika kebutuhan meningkat. Sehingga perlu dicarikan langkah-langkah agar oksigen terpenuhi. Tentu semua pihak tidak mau terjadi kekurangan dan kelangkaan," tandas dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Pekalongan Riswadi menyampaikan, otoritas harga tabung oksigen tidak di pemda. Pihaknya hanya memastikan ketersediaan tabung oksigen, terutama di rumah sakit aman.

"Kalau oksigen di rumah sakit kebutuhan tiap harinya dianalisa dan itu tidak boleh terlambat. Alhamdulillah saat ini ketersediaannya sudah bagus," kata Riswadi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: