iklan banner Honda atas

Hindari Ganjil Genap, Pemudik Curi Start

Hindari Ganjil Genap, Pemudik Curi Start

WIRADESA - Jalur tol Pekalongan kian dipadati pemudik, Selasa (26/4/2022). Banyak pemudik curi start atau milih mudik lebih awal untuk menghindari one way dan kebijakan ganjil-genap.

"Untuk kemarin masih 5 persen (peningkatan kendaraan), saat ini sudah mencapai 10 persen. Kami juga sudah konfirmasi dengan pengelola tol, bahwa yang tadinya yang lewat seribu sekian sekarang dua ribu sekian. Secara kasat mata sudah bisa dilihat peningkatannya," ujar Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Munawwaroh, Selasa (26/4/2022).

Termasuk di rest area juga terjadi peningkatan kendaraan. Namun memang belum terjadi kepadatan yang berarti. Arus lalu lintas di jalan tol Pekalongan masih ramai lancar.

"Tadi kami juga menanyai beberapa pemudik, sudah banyak yang dari Jakarta dan Jabar. Mereka memang sengaja mudik duluan, jadi untuk antisipasi sistem one way," kata dia.

Disinggung kondisi di jalur Pantura, ia mengatakan, pemudik di jalur Pantura belum terlalu signifikan. Namun ada yang sudah melintas. Kepadatannya tidak seperti di tol.

"Mungkin karena saat ini belum one way, jadi mereka lebih memilih tol. Itu menurut saya sih. Tapi ada juga beberapa yang sempet ketemu di rest area, mereka lewat tol sekalian ingin jalan-jalan saja lewat tol. Pantura masih landai. Masih didominasi kendaraan lokal," ujar Ara, sapaan akrab Kasat Lantas.

Kasat Lantas mengatakan, pihaknya kemarin melakukan gladi one way dan sosialisasi ganjil genap. "Hari ini kita sosialisasikan ke masyarakat untuk pelaksanaannya itu. Nanti untuk pelaksanaannya, ketika memang misalnya besok hari untuk yang genap, yang ganjil akan masuk tol, nanti akan kita arahkan keluar Pantura. Nanti kita imbau. Tidak ada penilangan. Jadi kami minta kerjasama pengguna jalan untuk memahami ini, supaya tidak ada penumpukan kendaraan saja biar lancar," katanya.

Ia menegaskan, tidak akan melakukan penindakan atau tilang saat menerapkan kebijakan ganjil genap tersebut. "Cuma kita akan lakukan rekayasa misalnya ada kendaraan yang lewatnya di genap padahal ganjil, nanti akan kita arahkan keluar ke exit tol terdekat," ujar dia.

Penerapan kebijakan ganjil genap itu menunggu dari pusat. Jika pelaksanaannya misalnya tanggal 28 April itu untuk genap, maka yang boleh lewat yang digit terakhir di plat nomor itu genap. Begitu saat tanggal 29 April berarti yang ganjil.

"Ini sih sudah disimulasikan di Korlantas, misalnya secara keseluruhan, grade untuk tingkat kepadatan itu di angka berapa, nah dengan adanya sistem ganjil-genap ini akan lebih lancar. Grade-nya akan turun. Tapi kembali lagi, ini butuh kesadaran dan kerjasama masyarakat. Jadi sama-sama enak. Biar sampai tujuan juga lancar dan aman," katanya.

MOBIL MOGOK

Sementara itu, saat melakukan gladi, petugas menjumpai mobil mogok di jalan tol Pekalongan. Ternyata mobil salah satu pemudik itu tekor akinya. Petugas pun dengan sigap mendorong mobil itu ke tempat yang lebih aman.

"Saat itu kami lagi gladi one way, terus kok ada kendaraan berhenti di pinggir jalan. Terus kita samperin. Ternyata akinya habis. Kemudian kami minta pengendara lain untuk bantu.

Alhamdulillah bisa. Itu lokasi di dekat rest area," katanya.
"Kita sempet dorong, tapi kalau mau ke rest area kan jauh, terus akhirnya kita stop kendaraan lain, terus dibantu, akinya itu. Itu pemudik dari Jakarta mau ke Semarang," terang Ara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: