Hujan, Warga Was-was Rob Naik
**Dua Pompa Air Dioperasikan 24 Jam Penuh
TIRTO - Warga Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto saat ini masih dilanda was was apabila hujan lebat turun mengguyur wilayah sekitar. Sebab, hujan bisa memperparah banjir rob.
Sekadar untuk diketahui, naiknya banjir rob di sekitar Jeruksari merupakan limpahan sungai Meduri. Hal itu karena dua rumah pompa di Kelurahan Paben Kecamatan Pekalongan Utara dioperasionalkan dua jam sehari. Akibatnya air tidak mengalir secara maksimal.
Kondisi itu diperparah proses pembangunan tanggul oleh dinas PU SDA Jateng yang belum jadi sehingga air masih bisa naik. Hal itu dibenarkan Wardai warga Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kamis (01/07/2021). "Kalau hujan turun pastinya air naik karena pembuangan ke laut tak maksimal," katanya.
Diterangkan, selama ini warga Jeruksari dan sekitar dibuat repot ketika hujan deras. Warga yang memiliki barang berharga terutama elektronik langsung berusaha mengamankan ditempat tinggi. Sebab apabila tidak maka elektronik bisa ikut terendam dan rusak.
"Saat ini aja masuk rumah, tapi dengan adanya dua pompa air bisa mengurangi ketinggian air masuk pemukiman, " imbuhnya.
Sementara itu Kasi PSDA pada DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Budi Antoyo, ketika dikonfirmasi mengaku dua pompa air di operasionalkan selama 24 jam penuh. Karena apabila tidak maka air bisa dengan cepat naik ke pemukiman warga.
"Pompa air dioperasionalkan 24 jam saja belum maksimal, karena limpasan air dari Meduri cukup besar, " katanya.
Dikatakan, solusi untuk lebih cepat turun paling tidak pembangunan tanggul sungai Bremi dieprcepat sehingga air tidak naik lagi.
Sebelumnya, beberapa hari terakhir air rob di wilayah pesisir Kota Santri kembali naik. Akibatnya, air sungai meduri meluap dan menggenangi ratusan rumah warga Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Rabu (30/06/2021). (Yon)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
