iklan banner Honda atas

Pemkab Targetkan Zero Stunting

Pemkab Targetkan Zero Stunting

**Gandeng Semua Elemen Masyarakat

KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berusaha mencegah angka stunting atau gizi buruk pada balita. Bahkan Pemkab targetkan zero stunting. Untuk mewujudkan, Dinas Kesehatan menggelar seminar Pencegahan Stunting dengan menggandeng semua elemen masyarakat.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyampaikan, seminar dalam rangka hari kesehatan ke-58 di Kabupaten Pekalongan untuk mencegah stunting. Karena stunting menjadi PR bersama untuk membuat angka ini benar-benar tidak ada di Kabupaten Pekalongan.

"Alhamdulillah kita dari tingkat nasional masih di bawahnya, kita 11 persen di mana angka nasional itu 14 persen, jadi artinya kita jauh di bawahnya. Ini berkat kerjasama yang baik dari semua masyarakat Dinas Kesehatan, Tim dari Puskesmas dari Posyandu ibu-ibu PKK ataupun masyarakatnya kerjasama yang baik akhirnya terciptalah angka stunting turun, " ungkapnya.

Dikatakan, melalui seminar tersebut mampu memberikan edukasi terutama kepada calon-calon pengantin yang sebelumnya tidak tahu.

"Anak-anak muda-muda bahwa kalau dia kekurangan darah itu bisa mengakibatkan stunting. Untuk itu sebelum nikah ini ada edukasi, saya minta kepala dinas kerjasama dengan KUA agar yang calon-calon pengantin ini mendaftar di situ harus ada edukasinya terlebih dahulu supaya anak yang lahir bisa sehat sempurna," jelasnya.

Ditambahkan, dalam menekan stunting selain edukasi juga ada pemberian bantuan alat alat sehingga Kabupaten Pekalongan benar benar nol stunting.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, menyampaikan dalam rangka pemenuhan kebutuhan alat pengukuran stunting di Kabupaten Pekalongan Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengalokasikan Antropometri kit kepada sejumlah puskesmas.

"Tahun ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah mengalokasikan Antropometri kit sebanyak 60 set untuk 60 posyandu. Sedangkan di Tahun 2023 akan dipenuhi semua posyandu sejumlah 1346 posyandu," ujarnya.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa kegiatan seminar tersebut digelar dalam rangka penyebarluasan informasi dan peningkatan visi keluarga dalam pencegahan stunting serta dalam rangka membangun komitmen publik dalam kegiatan penurunan stunting di Kabupaten Pekalongan.

"Jumlah peserta yang hadir pada kegiatan ini sebanyak 361 orang. Terdiri dari tim penggerak PKK, GOW dan juga dari puskesmas. Narasumber kita undang dari Dokters Spesialis Anak dan Dokter Spesialis Gizi," terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, bupati juga menyerahkan penghargaan Puskesmas Tergiat dalam Penanganan Stunting kepada Puskesmas Wiradesa dan Puskesmas Karangdadap. Selain itu, bupati juga menyalurkan bantuan alat USG kepada Puskesmas Karangdadap, Puskesmas I Doro dan Puskesmas Sragi, serta menyalurkan Alat Antropometri kepada Desa Kwayangan Kecamatan Kedungwuni, Desa Sidoharjo Kecamatan Doro, dan Desa Sidomukti Kecamatan Karanganyar. (Yon)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: