iklan banner Honda atas

Pemudik Terpapar Terus Bertambah

Pemudik Terpapar Terus Bertambah

"Ini kami di Puskesmas Kajen 1 untuk memastikan bahwa pelayanan terhadap santri dan pemudik yang akan mendapatkan rapid antigen terlayani dengan baik. Semua dilayani dengan hati dan gratis. Nanti kalau yang negatif tetap harus hati-hati dan taat prokes," imbuhnya.

Asip menambahkan, hal ini menjadi kunci untuk terus menjaga angka penyebaran Covid di Kabupaten Pekalongan.
Setiap harinya, kata dia, kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan semakin landai dan turun.

"Kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan ada 51 kasus. 24 dirawat dan 27 isolasi mandiri. Alhamdulillah semua berkat kerjasama seluruh pihak dan dukungan masyarakat, sehingga kondisi Kabupaten Pekalongan cukup menggembirakan. Tapi ini tidak boleh membuat kita jumawa. Justru lebih hati-hati lagi," tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Setiawan Dwiantoro menambahkan, 12 pemudik yang positif itu tujuh hasil rapid antigen saat arus mudik, dan lima orang saat arus balik. "Yang tujuh saat arus mudik sudah menjalani karantina dan sekarang sembuh," kata dia.

Sementara itu, Ahmad Yusuf Hidayat, santri asal Kabupaten Pekalongan, mengatakan, ia tes rapid antigen dikarenakan tes tersebut sebagai syarat untuk bisa kembali ke pondok pesantren.

"Tes ini syarat kembali ke ponpes. Saya pondok di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur. Hasil tes, Alhamdulillah negatif," katanya. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: