Warga di 6 Gang Terpapar Covid-19, Kelurahan Pekajangan Terparah
KEDUNGWUNI - Kelurahan Pekajangan paling banyak temuan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kecamatan Kedungwuni. Saat ini ada 12 kasus aktif di Kelurahan Pekajangan yang tersebar di enam gang di kelurahan itu. Yakni di Gang 3, 5, 20, 22, 25, dan Gang 27.
"Saat ini ada 12 kasus aktif di Pekajangan. Kasus ini ditemukan di Gang 3, 5, 20, 22, 25, dan 27. Di Gang 27 sudah meninggal dunia, Gang 3 meninggal satu tapi masih ada beberapa yang terkonfirmasi," terang Kepala Puskesmas Kedungwuni 2, dr Noor Endah, Selasa (15/6/2021).
Disebutkan, pada awal Mei 2021 hanya ada lima atau tujuh kasus di wilayah Puskesmas Kedungwuni 2. Itu pun di Pekajangan tidak ada kasus saat itu. Temuan awal hanya ada di Desa Rengas, Kedungpatangewu, dan di Desa Tangkil Tengah.
"Waktu itu adanya cuma itu. Di akhir Mei hingga awal Juni naik. Sejak kasus SMA4 itu kan di Pekajangan ada dua. Habis itu mulai muncul guru TK," terang dia.
Dikatakan, di Pekajangan kasus aktif 12. Yang meninggal ada enam kasus di Pekajangan. Untuk wilayah Puskesmas Kedungwuni 2, sudah ada 11 kasus kematian akibat corona sejak awal virus ini muncul. "Ini yang konfirm saja, yang probable ndak masuk itungan," katanya.
Lonjakan kasus juga terjadi di Desa Ambokembang. Menurutnya, kemarin ada penambahan enam kasus di Ambokembang. Disinggung langkah yang ditempuh untuk menekan laju virus corona, ia menyebutkan pihaknya melakukan tracing di semua kasus.
"Tracing ini baik di pemudik maupun kasus baru. Tracing kami gandeng Babinsa, Babinkamtibmas, kader, dan pamong. Kami juga selalu melaporkan ke satgas kecamatan dan desa," ungkap dia.
Sosialisasi melalui media sosial baik itu IG, WA, facebook, dan tik tok. "Setiap hari isinya pasti tentang Covid mulai dari kami swab di mana, vaksin di mana selalu kami unggah dengan edukasi ke masyarakat," ujar dia.
Upaya vaksinasi Covid-19 juga hampir setiap hari dilakukan. Hingga kemarin sudah ada 3100 orang tervaksin di wilayah Puskesmas Kedungwuni 2. Program vaksinasi, kata dia, masih akan terus berlanjut. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
