iklan banner Honda atas

Warga Tanyakan Usulan Bronjong

Warga Tanyakan Usulan Bronjong

Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dari Fraksi PKB, Fatkhiana Dewi menggelar Reses di wilayah daerah pemilihan di Aula Kantor DPC PKB Kabupaten Pekalongan, Jumat (27/5/2022). Dalam kesempatan tersebut, Fatkhiana Dewi menyerap aspirasi dan mendengarkan usulan dan keluhan dari warga, salah satunya tentang belum jadinya Kartu Jaminan Kesehatan untuk masyarakat.

"Dulu sempat dimintai data seperti fotokopi KK dan KTP yang diperuntukan guna didaftarkan di program Kartu Jaminan Kesehatan, tetapi sampai saat ini belum jadi kenapa?," ujar salah satu warga.

Disampaikan oleh Fatkhiana Dewi, usulan warga untuk mendapatkan kartu jaminan kesehatan gratis dari Pemda sudah diusulkan ke dinas terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan. Akantetapi memang saat ini masih banyak yang belum mendapatkan kartu jaminan kesehatan gratis tersebut. Bagi usulan yang sudah masuk sekalipun karena bagian yang mencetak kartu tersebut yakni BPJS Kesehatan mengalami kendala.

Kemudian salah satu faktor lainnya, karena pandemi sehingga banyak program yang direfocusing dan anggaran dari Pemda juga terbatas.

"Saya juga menanyakan hal tersebut kepada pihak BPJS Kesehatan kenapa pencetakan kartu jaminan kesehatan bisa lama sekali, tetapi jawaban dari pihak BPJS Kesehatan mengatakan sedang menunggu material kartu cetaknya dari pusat," jelasnya.

Fatkhiana Dewi juga menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu per September 2021 sempat dihentikan sementara, tetapi mulai awal 2022 sudah bisa kembali.

"InsyaAllah jika tidak ada kesalahan teknis seperti NIK dan lain lain, kemungkinan hanya menunggu dicetak saja, tetapi itu semua tergantung dari pihak BPJS Kesehatan," pungkasnya.

Menurutnya, dalam rapat kerja dengan dinas terkait pun Fatkhiana Dewi sudah sering menanyakan tetapi belum ada jawaban yang pasti terkait kapan jadinya kartu jaminan kesehatan tersebut jadi.

Kemudian, ada yang menanyakan terkait aspirasi bronjong sekiranya bisa dimasukan dalam proses bantuan aspirasi.

Fatkhiana Dewi menyampaikan bahwa jika dalam skala yang bisa dimasukan ke aspirasi DPRD Kabupaten Pekalongan maka akan dimasukkan ke program pokok pikiran. Namun jika skalanya agak besar bisa diusulkan lewat Musrenbang.

"Saya siap membantu mengusulkan lewat aspirasi Pokir saya jika sekiranya bisa, jika terlalu besar bisa masukkan ke usulan Musrenbang insyaallah nanti saya berusaha ikut mengawal agar bisa terealisasi," terangnya.

"Mohon do'anya saja, supaya apa yang menjadi harapan warga atau masyarakat yang menitipkan ataupun mempercayakan aspirasinya kepada saya bisa terwujud. Tentu saja dengan banyak berharap kepada Pemkab Pekalongan juga untuk mempermudah dalam kami mengusulkan aspirasi warga melalui kami selaku anggota DPRD kab Pekalongan, atau yang sekarang di istilahkan dengan pokok pikiran (Pokir)," ungkapnya.

Selain itu Fatkhiana juga akan membantu mengusulkan jika sekiranya bisa masuk program BankeuDes dari DPRD Provinsi.

"Jika sekiranya belum bisa diakomodir lewat daerah, maka akan saya bantu usulkan ke salah satu anggota DPRD Provinsi agar bisa dibantu lewat program BanKeuDes untuk kepentingan desa. " (Yon)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: