iklan banner Honda atas

Warga Terbiasa Kebanjiran

Warga Terbiasa Kebanjiran

**Pengungsi Mulai Kembali ke Rumah

KAJEN - Sebanyak 2300 Kepala Keluarga (KK) di Desa Jeruksari Kecamatan Tirto tetap bertahan ditengah bencana banjir. Mereka bertahan karena pemukiman sudah terbiasa alias langganan banjir.

Sekadar untuk diketahui, pemukiman di Desa Jeruksari Kecamatan Tirto terendam sudah sebulan lebih. Namun puncak ketinggian banjir terjadi sepekan lalu. Ketinggian air mencapai hampir 1 meter, padahal banjir sebelumnya ketinggian hanya 50 centimeter.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Jeruksari Kecamatan Tirto, Budiharto, Kamis (25/2/2021). Kata dia, bencana banjir kali ini merendam seluruh pemukiman dan tercatat ada sekitar 2300 KK. Namun dengan adanya bencana banjir dari 9200 jiwa tersebut mayoritas warga tetap bertahan dan hanya beberapa yang mengunggsi.

"Meskipun banjir tinggi hanya sebagian saja yang ngungsi, lainya masih banyak yang bertahan, " ungkapnya.

Diakui, letak wilayah Desa Jeruksari Kecamatan Tirto berbatasan dengan Kota Pekalongan sudah bertahun tahun langganan banjir. Sebab selain banjir rob, luapan air sungai juga membuat banjir semakin tinggi. "Untuk beberapa hari ini air mulai surut," imbuhnya.

Sementara Camat Tirto, Edy Yulianto menjelaskan dari 16 desa yang ada di wilayah Kecamatan Tirto ada sempat desa yang langganan banjir. Adapun desa tersebut di antaranya Desa Mulyorejo, Desa Tegaldowo, Desa Karangjompo dan yang paling parah adalah Desa Jeruksari. Selain empat Desa tersebut ada sebagian wilayah Desa Pacar yang ikut kena banjir.

"Banjir yang paling parah adalah empat Desa yaitu Desa Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo dan Desa Karangjompo. Untuk banjir yang paling parah juga masuk tahun ini karena selain tinggi banyak yang mengungsi," ungkapnya.

Namun dengan dibukanya tanggul untuk pembuangan air dan hujan mulai reda, kini air sudah mulai surut. Bahkan warga yang mengungsi juga sudah mulai kembali ke rumah masing masing.

Salah seorang warga Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Saiyah mengaku harus bertahan ditengah banjir karena ada anggota keluarga yang sakit.
"Tempat kami sudah langganan banjir, jadi kalau mengungsipun pasti pulang lagi. Selain itu repot bolak baliknya," keluhnya. (Yon)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: