Sungai jadi Wisata Air
"Dari kakek-kakek kami ceritanya begitu. Di pinggir irigasi itu memang ada patok bertuliskan angka 1900-an. Jauh sebelum Indonesia merdeka," jelasnya.
Ide menjadikan sungai irigasi itu sebagai wisata lahir dari kesadaran para pemuda Desa Karanggondang. Sebelumnya, sudah banyak warga dari jauh sengaja datang ke sungai itu hanya untuk mandi dan bermain air. "Akhirnya muncul ide, mengapa tidak kami jadikan wisata saja," katanya.
Sementara kata "Ciblon" mereka gunakan sebagai nama karena merupakan istilah untuk menyebut aktivitas mandi di sungai. "iya, Ciblon di kami artinya mandi di sungai," ujarnya.
Pengelola (Pokdarwis) hanya mengambil 40 persen dari total pendapatan. Sisanya mereka serahkan untuk kas desa. Sejauh ini, Wisata Ciblon pernah meraup Rp 4 juta dalam sehari.
"Itu biasanya saat momen liburan atau hari raya. Kalau pandemi seperti ini otomatis lebih sedikit. Bahkan saat PPKM beberapa bulan lalu, kami pernah tutup total," jelas Rudi. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
