Sungai Pait Kembali Minta Tumbal
**Kali Ini Warga Pemalang Nyebur ke Sungai
**Hingga Kini Korban Belum Ditemukan
KAJEN - Lagi lagi Sungai Pait minta tumbal. Kali ini korbannya warga Pemalang yang nekad menceburkan diri ke Sungai Pait Kamis (8/7/2021). Hingga kini jasad korban belum ditemukan. Korban Sebelumnya juga seorang pria yang nekad menceburkan diri ke sungai. Jasadnya ditemukan beberapa hari di daerah Jepara.
Informasi yang diperoleh, kabar pria yang menceburkan diri ke Sungai Pait sempat menggemparkan warga Desa Pait Kecamatan Siwalan. Korban yang diketahui bernama Rusdini (30) warga dukuh Gombong, RT 10 RW 2, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang ini nekad nyebur ke kali pukul 06.00 wib di Dukuh Tausit Desa Pait Kecamatan Siwalan.
Peristiwa itu berawal pada pukul 01.30 wib, ketika korban mengamuk di rumah warga sekitar. Sejam kemudian sekitar pukul 02.30 setelah mengamuk, korban lari ke sungai dan langsung loncat ke Sungai Pait.
Warga yang melihat itu sempat mengejar. Saat itu korban terlihat meminta pertolongan. Namun naas, saat ada warga yang berusaha menolong korban tiba-tiba hilang tenggelam. Warga sekitar bersama petugas Tim SAR yang mendapat laporan melakukan pencarian dengan melakukan penyisiran di sepanjang sungai. Namun hingga sore hari, tim SAR belum menemukan tubuh korban.
Kapolsek Sragi Iptu Iman Santoso ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. "Betul mas, kami menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 06.00 WIB bahwa ada orang yang menceburkan diri ke Sungai Pait," katanya.
Dijelaskan, pihaknya sudah meminta keterangan beberapa saksi. Informasi awal yang didapati, korban diduga mengalami depresi. Hal itu dikuatkan keterangan keluarga korban. Diketahui, korban sebelumnya pernah dagang tempe di Solo namun bangkrut dan jadi depresi.
"Keterangan keluarga, korban itu keluar rumah sekira pukul 01.00 WIB. Ia terus diikuti oleh keluarga berjalan ke arah sungai. Keluarga tidak berani mendekat karna takut mengamuk," ujarnya seraya menjelaskan hingga saat ini tim gabungan masih melakukan pencarian korban.
Senada diungkapkan Nidhomudin, petugas SAR Bumi Santri. Kata dia, pencarian korban masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan, namun belum membuahkan hasil. "Hingga saat ini korban belum ditemukan oleh tim SAR gabungan," katanya.
Diutarakan, pancarian korban dengan menyisiri Sungai Pait sejauh 500 meter dari titik lokasi.
"Selain menyisir menggunakan perahu karet, tim juga melakukan pencarian dengan jalur darat. Namun hingga kini belum ditemukan,"imbuhnya. (yon)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
