iklan banner Honda atas

Waspadai DM dan Hipertensi, Komorbid Risiko Kematian Terbanyak Covid-19

Waspadai DM dan Hipertensi, Komorbid Risiko Kematian Terbanyak Covid-19

KAJEN - Lonjakan terbanyak kasus kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Pekalongan terjadi pada bulan Desember 2020. Rata-rata penderita Covid-19 yang meninggal dunia berusia di atas 50 tahun dan penderita komorbid (penyakit penyerta) diabetes melitus (DM) dan hipertensi.

"Perhitungan terakhir kemarin di akhir Desember itu dari 58 kasus (kematian), rata-rata yang meninggal berusia di atas 50 tahun, rata-rata penderita komorbid DM dan hipertensi," terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, Senin (4/1/2021).

Berdasarkan data di laman www.corona.pekalongankab.go.id, tanggal 3 Januari 2021, pukul 21.06 WIB, akumulasi kematian akibat terkonfirmasi Covid-19 ada 61 kasus. Sementara kasus probable yang meninggal dunia ada 23 kasus, dan satu kasus kematian untuk suspek Covid-19.

Kasus konfirmasi Covid-19 sendiri tembus 1443 kasus. Dengan rincian, 50 orang dirawat, 1048 sembuh, 284 menjalani isolasi mandiri, dan 61 meninggal dunia. Kabupaten Pekalongan hingga kemarin masih di zona orange.

Wawan mengatakan, tingkat kematian di Kabupaten Pekalongan dibandingkan daerah lain di Jawa Tengah masih rendah, yakni 4,3 persen. Artinya, angka kesembuhan di Kota Santri tinggi.

"Kita lihat di kita rata-rata ada dua komorbid yang muncul menjadi risiko tinggi, yaitu hipertensi dan DM. Itu dua komorbid yang harus kita kendalikan," ujar dia.

Dikatakan, lonjakan kasus kematian terbanyak di bulan Desember. Namun ia mengaku tak hapal datanya. "Terjadi peningkatan kematian di bulan Desember. Semua rata-rata punya komorbid," kata dia.

Meskipun banyak juga pasien Covid-19 dengan komorbid berat pun sembuh. Dikatakan, jajarannya sudah berupaya memberikan pelayanan yang maksimal kepada siapa pun yang terpapar virus corona.

"Semua ini yang menentukan Allah SWT. Kita sudah berupaya maksimal. Artinya, tidak memandang siapa pun dilakukan penanganan secara maksimal. Tetap manusia punya keterbatasan atas upaya-upaya yang kita lakukan," ujar dia.

Ditandaskan, yang terpenting adalah upaya pencegahan harus dilakukan, terutama yang memiliki komorbid. "Ya diupayakan jangan lupa 3M-nya ini. Jangan sampai terpapar, itu yang terpenting," tandasnya.

Jajarannya tak henti-hentinya mengimbau sekaligus mengajak kepada warga masyarakat Kabupaten Pekalongan agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan."

Memang kita harus saling mengingatkan siapa saja. Karena kita harus peduli. Peduli terhadap lingkungan kita, dan lindungi diri kita dan lingkungan kita. Bersama-sama saling melindungi. Dengan memakai masker, saya melindungi kamu, kamu juga melindungi saya," pesan dia.

DM DAN HIPERTENSI TINGGI

Sementara itu, berdasarkan database Radar, penderita penyakit tidak menular (PTM) DM dan hipertensi di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2019 masih cukup tinggi. Padahal, kedua penyakit ini tanpa ada Covid-19 pun menjadi penyebab risiko kematian yang masih tinggi. Namun, masyarakat masih kerap menyepelekannya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: