Waspadai Hepatitis Misterius
**Belum Ada Temuan Pasien Hepatitis Misterius di RSUD Kajen
KARANGANYAR - RSUD Kajen, Kabupaten Pekalongan, memastikan hingga saat ini belum ada temuan Hepatitis Misterius pada pasien-pasiennya. Namun rumah sakit milik Pemkab Pekalongan ini mengimbau para orang tua segera merujuk anaknya ketika muncul gejala.
Dokter Spesialis Anak RSUD Kajen, Mohammad Rizal, kemarin, menuturkan, dari beberapa temuan kasus pada pasiennya yang sempat dicurigai sebagai Hepatitis Misterius, ternyata bukan.
"Setelah kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata itu demam berdarah," katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan definisi operasional Kementerian Kesehatan, gejala yang dialami pada Hepatitis Misterius sama seperti hepatitis pada umumnya. Namun penyebabnya belum diketahui. Beberapa hipotesis, kata dia, menyebut penyebab penyakit ini adalah virus seperti Adenovirus di saluran pernapasan. Namun terkadang keberadaannya hanya varian normal saja.
"Penyakit ini belum diketahui penyebab dan cara penularannya secara pasti," ucapnya.
Hepatitis Misterius, lanjut dia, yang saat ini ditemukan tejadi pada anak di bawah 16 tahun. Hal yang patut diwaspadai orang tua adalah apabila mendapati kondisi anak demam, muntah, diare, lemah, turun nafsu makan, dan kuning pada sklera (bagian putih mata). Dokter Rizal mengimbau, jika mendapati hal-hal itu orangtua sebaiknya langsung memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Agar langsung diperiksa dan segera diketahui apa yang anak derita," imbaunya.
Tim surveilens Kabupaten Pekalongan saat ini tengah berkoordinasi dengan seluruh jajaran Dinas Kesehatan untuk berupaya mendapat form skrining dari Kementerian Kesehatan.
"Form tersebut nanti akan diberikan Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) lain agar bisa melakukan skrining tehadap pasien, sehingga tidak ada kasus yang terlewat," ucapnya.
Ia menambahkan, pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan menjaga protokol kesehatan layaknya Covid-19. "Karena penyakit ini belum diketahui penyebabnya. Alangkah baiknya tetap prokes," tandasnya. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
