iklan banner Honda atas

Waspadai Pohon Tumbang

Waspadai Pohon Tumbang

KAJEN - Hujan deras disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir kerap mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai pohon tumbang.

Pohon tumbang saat musim hujan dapat mengancam bangunan fisik, merusak jaringan PLN, hingga mengakibatkan nyawa melayang. Di awal bulan November ini, PMI Kabupaten Pekalongan mencatat sudah ada empat kali laporan kejadian pohon tumbang. Keempat pohon tumbang ini merupakan pohon peneduh jalan.

Relawan PMI Kabupaten Pekalongan M Rofik, kemarin, mengatakan, di awal bulan November 2020 ini PMI Kabupaten Pekalongan sudah menangani empat kejadian pohon tumbang. Yakni di Kedungwuni, Kulu, Tambakroto, dan di Pantura Wiradesa.
"Keempatnya merupakan pohon di pinggir jalan," terang dia.

Dikatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Hanya saja di Pantura Wiradesa, pohon tumbang menimpa truk dan mengakibatkan kemacetan cukup panjang. "Kami bersama relawan lainnya siaga 24 jam selama musim hujan ini," ujar dia.

Berdasarkan catatan Radar, kejadian pohon tumbang hingga mengakibatkan nyawa melayang pernah terjadi di bulan Januari 2020.

Kejadiannya di Jalan Raya Kajen - Paninggaran, tepatnya di wilayah Bojonglarang, Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen, Senin (6/1/2020), pukul 13.00 WIB. Seorang pengendara motor bernama Tarmuji (61), warga Desa Nyamok RT 011 RW 005, Kecamatan Kajen, meninggal dunia di rumah sakit akibat tertimpa pohon jaran atau kudo ('Lannea coromandelica') yang tumbang ke arah jalan.

Kepala Desa Linggoasri, Imam Nuryanto, menerangkan, pada saat kejadian wilayah pegunungan itu gerimis disertai angin kencang. Korban yang mengendarai sepeda motor tertimpa pohon jaran yang tumbang ke arah jalan di ruas jalan provinsi Kajen - Paninggaran.

"Kejadian di jalan Linggoasri-Paninggaran, tepatnya di atas TPA Bojonglarang. Pohon peneduh jalan jenis pohon jaran tumbang dan menimpa pengendara motor yang tengah naik ke arah Paninggaran," terang dia.

Dikatakan, pohon jaran itu memang kondisinya sudah rapuh dan rawan tumbang karena batang bawahnya sudah gerowong. "Di sepanjang jalur Kajen - Paninggaran ini memang sangat rawan pohon tumbang, terutama pohon karet. Kami berharap pohon karet yang dinilai rawan roboh untuk dipangkas atau ditebang agar tidak membahayakan para pengguna jalan," harap dia.

Selain mengancam para pengguna jalan, lanjut dia, pohon karet itu juga kerap tumbang dan menimpa jaringan listrik PLN. "Pohon karet kerap roboh saat musim hujan sehingga menutup jalan dan menimpa jaringan listrik PLN. Listrik di sini sering padam karena itu," ungkap dia. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: