iklan banner Honda atas

Wiradesa - Kalibening Rawan Longsor

Wiradesa - Kalibening Rawan Longsor

Akibat diguyur hujan lebat, tiga titik di jalur provinsi ruas Wiradesa Kabupaten Pekalongan - Kalibening Banjarnegara, longsor, Selasa (16/2/2021) malam. Yakni, longsor susulan di KM 39 di blok Sibelis, KM 35.800 di Linggoasri, dan KM 42 di Desa Tenogo.

Kades Tenogo Agus Susilo, Rabu (17/2/2021) pagi, menerangkan, di jalur Kajen - Paninggaran ada dua titik longsor. Titik pertama tebing longsor di tepi Jalan Raya Linggoasri di Desa Linggoasri Kecamatan Kajen, sehingga mengakibatkan material longsor menutupi badan jalan.

"Saya tadi malam sempat terjebak selama dua jam karena longsor di Linggoasri. Sekarang sudah bisa dilewati," terang dia.

Titik kedua longsor, lanjut dia, longsor bahu jalan di jalur Kajen-Paninggaran, tepatnya di Dukuh Sitatah Atas, Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran. Tebing setinggi 25 meter dengan panjang 25 meter longsor ke jurang. Meskipun badan jalan masih bisa dilalui, namun longsor susulan bisa terjadi. "Jika ada longsor susulan, badan jalan bisa ikut tergerus longsor," kata dia.

Longsor susulan juga terjadi di jalur Sibelis baru di Desa Tenogo. Tebing di tepian jalan ini sebelumnya sudah pernah longsor.

Kasi Wilayah Jalan Wiradesa-Kelibening, Bina Marga Jateng, Adi P, kemarin sore, mengatakan, ada tiga titik longsor di jalur itu. Yakni longsor susulan di KM 39 Sibelis, longsor di KM 35.800 Linggoasri, dan longsor di KM 42 di Desa Tenogo. Dikatakan, Bina Marga Jateng begitu mendapat informasi adanya longsor di jalur tersebut langsung menerjunkan tim untuk menanganinya sejak pukul 02.00 WIB dini hari.

"Ini sudah ditangani. Sejak jam 2 tadi pagi sudah kirim tim ke atas. Ini sudah bisa dilewati. Alhamdulillah," kata dia.

Alat sebagian sudah dibawa ke Pekalongan, dan sebagian stand by di jalur tersebut. "Sampai jam 16.00 WIB tadi saya masih di sana. Masih ada pokmas yang bekerja juga. Tapi dua arah sudah bisa dilewati semua," ujar dia.

Disebutkan, untuk jalur Sibelis beton yang rusak diterjang longsor sedang dalam masa perbaikan. "Tadi waktu ke sana itu beton yang keterjang sudah dipotong kemudian ini mau persiapan perbaikan beton baru penggantinya," terang dia.

Untuk longsor di Linggoasri, kata dia, tebing di tepian jalan longsor. Material longsor yang menutup badan jalan sudah dibersihkan.

Sedangkan longsor di Desa Tenogo, diakuinya, cukup panjang. Tebing yang longsor ke bawah sepanjang 20-an meter. Di titik ini, kata dia, akan diberi pengaman lagi, yakni dinding penahan tanah.

"Ini sementara kita beri rambu-rambu sambil kita pantau stabilisasi tanahnya seperti apa. Karena kalau cuaca seperti ini langsung action kita juga tidak berani ambil risiko," terang dia.

Jika struktur tanah tampak lebih stabil, lanjut dia, penanganan sementara nantinya akan memakai trucuk. Jika ada akan dibronjong. Namun jika tidak ada bronjong, akan ditangani sementara dengan karung berisi tanah sampai ada instruksi lebih lanjut dari dinas untuk penanganan khususnya.

"Karena itu kan di luar pemeliharaan rutin. Tidak ada kegiatan rehab dan peningkatan di sana. Nanti kalau ada dana penanganan khusus akan kita prioritaskan untuk diperbaiki kembali," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: