iklan banner Honda atas

Penutupan Bendungan Gembiro Diundur

Penutupan Bendungan Gembiro Diundur

**Selama Seminggu

KAJEN - Penutupan Pintu Bendungan Gembiro, semula dijadwalkan 1 November 2022 diundur pada 8 November 2022 mendatang. Penundaan dilakukan karena saat ini masih proses pengecoran pondasi Jembatan Jagung ruas Jalan Kajen - Kesesi.

Hal itu dibenarkan Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) pada DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Budi Antoyo ketika dikonfirmasi, Senin (31/10/2022).

Menurutnya, penutupan pintu Bendungan Gembiro sebelumnya sudah dilakukan pembahasan dengan pihak yang berkepentingan.

"Sesuai rapat pada tanggal 6 Oktober 2022 di DPU Taru Kabupaten Pekalongan yang dihadiri oleh Bina Marga Propinsi Jawa Tengah disepakati penutupan pada tanggal 1 November 2022," terangnya.

Terkait perbaikan pondasi Jembatan Jagung ruas jalan Kajen Kesesi dilakukan koordinasi kembali dengan pelaksana Bina Marga Propinsi Jawa Tengah.

"Namun berdasar hasil pengecekab dan monitoring dilapangan tanggal 25 Oktober 2022 pekerjaan masih dalam tahap penggalian tanah pondasi. Kemudian dari keterangan pelaksana Bina Marga meminta tambahan waktu 1 Mingggu sampai tanggal 7 Nopember 2022 agar pondasi sudah sampai tinggi diatas muka air," jelasnya.

Adanya permohonan dari pihak pelaksana perbaikan Jembatan Jagung Kecamatan Kesesi, pihaknya langsung melakukannya koordinasi dengan DI Sragi.

"Kami sudah koordinasi dengan Ketua IP3A Kalijogo DI Sragi bahwa dimungkinkan penutupan akan dilaksanakan tanggal 8 November 2022. Saat ini kami sedang membuat surat dan kordinasi dang BBWS dan PSDA Propinsi Jawa Tengah," imbuhnya.

Sementara Ketua IP3A Kalijogo Tangguh menambahkan hasil kordinasi IP3A Kalijogo didampingi dari Kades Jagung Kecamatan Kesesi dan Kasi PMD Kecamatan Kesesi dengan pihak Binamarga dan pelaksana kegiatan rehab Jembatan Jagung diundurnya penutupan Bendung Gembiro dikarenakan kondisi cuaca sering hujan sehingga mengakibatkan debit air meningkat.

"Saya IP3A Kalijogo dengan mundurnya penutupan Bendung Gembiro ini akan mengubah kembali jadwal tanam untuk beberapa wilayah di daerah irigasi Sragi yang bersumber dari aliran suplesi gembiro. Diantaranya ada dua desa terdampak yaitu Desa Krandon dan Mulyorejo Kecamatan Kesesi. Jadi kemunduran ini perlu kita sampaikan terhadap petani baik melalui kelembagaan P3A dan pemerintah desa, " imbuhnya. (Yon)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: