iklan banner Honda atas

Penyisiran PGOT dan Tunawisma Dilakukan Serentak se-Indonesia

Penyisiran PGOT dan Tunawisma Dilakukan Serentak se-Indonesia

KAJEN - Tim Task Force Regsosek Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pekalongan menyisir tunawisma dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di seluruh kecamatan di Kota Santri.

Malam Regsosek dilaksanakan pada Sabtu (29/10/2022). Malam Regsosek yang dilakukan secara serentak seluruh Indonesia ini bertujuan mendapatkan data tunawisma (orang yang tidak punya tempat tinggal tetap), termasuk ODGJ. Adapun tempat yang menjadi target penyisiran adalah jalan-jalan utama ataupun titik-titik yang biasanya menjadi tempat singgah para tunawisma dan ODGJ.

Petugas pendataan dari BPS yang bertugas pada malam Regsosek didampingi personel dari Polsek dan Koramil per kecamatan, serta dari OPD Kabupaten Pekalongan, yakni DInkominfo dan Dukcapil.

Pendataan tunawisma/ODGJ wilayah Kecamatan Kedungwuni dan Buaran, misalnya, dimulai dengan melakukan penyisiran di sekitar GOR Kedungwuni. Selama penyisiran di wilayah Kecamatan Kedungwuni dan Buaran, ditemukan beberapa tunawisma lokal maupun pendatang. Di Jalan Karangdowo, tim menjumpai dua orang tunawisma dari Kalibening dan Kandangserang.

Sementara di daerah Kedungwuni Timur dijumpai tunawisma dan ODGJ. Ada pula beberapa ODGJ di tempat lain seperti di area Pasar Kedungwuni serta di Jalan Ambokembang.Tak ketinggalan, gelandangan yang mangkal di teras toko modern pun tak luput dari pendataan.

Sementara untuk Kecamatan Doro, penyisiran dilakukan di terminal, pasar, emperan toko dan lokasi-lokasi yang biasa dijadikan tunawisma bermalam.

Sebelum tim melaksanakan penyisiran, Kepala BPS Kabupaten Pekalongan Siti Mardiyah memberikan arahan kepada Tim Task Force Regsosek. Siti Mardiyah berharap pelaksanaan Malam Regsosek khususnya di wilayah Kabupaten Pekalongan berjalan dengan lancar.

Siti Mardiyah mengatakan, BPS program pendataan awal registrasi sosial dan ekonomi (Regsosek). Pendataan ini perintah langsung dari Presiden. "Kita ingin melakukan reformasi untuk data. Walaupun Dinas sosial tetap laksanakan DTKS. Yang lainnya tetap lakukan pendataan.
Kami nyusun data baru. Datanya lengkap. Semacam sensus walaupun namanya pendataan. Jadi sensus semua keluarga," kata dia.

"Di sisi lain ada saudara-saudara kita yang tidak punya rumah. Makanya kemarin tanggal 29 sampai 30 dini hari kita lakukan pendataan tadi untuk menjaring saudara-saudara kita yang tunawisma, ODGJ, dan sebagainya," lanjut dia.

Dalam pendataan itu, BPS berkoordinasi dengan Polri dan TNI, pihak kecamatan, dan dinas terkait. Di beberapa kecamatan, kata dia, ada yang dapat satu orang, dapat dua, dan dapat tiga orang tunawisma atau ODGJ.

"Ada 11 tim meliputi semua kecamatan. Ada beberapa kecamatan digabung. Ibukota kecamatan kami susuri. Pasar terminal, pertokoan kalau ada orang-orang yang tidak punya tempat tinggal atau ODGJ tadi," terang dia.

Jika dibandingkan daerah lain, ujar dia, tunawisma dan ODGJ di Kabupaten Pekalongan lebih sedikit jumlahnya.

"Tim bekerja sampai jam 6 pagi. Habis subuh kita lanjutkan. Karena kalau sudah pagi, suasana sudah normal. Pas malam Minggu juga agak susah. Antara lek-lekan yang malam mingguan atau memang tunawisma. Makanya kita tunggu sampai jam 1 dini hari. Walaupun kita jam 9 sudah siap," ungkapnya.

Ditambahkan, Regsosek ini seperti sensus biasa. Namun variabelnya lebih banyak. "Karena kita ingin lebih riil. Paket komplet," imbuhnya. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: