iklan banner Honda atas

Pergaulan Anak Punk Meresahkan

Pergaulan Anak Punk Meresahkan

PERGAULAN PUNK - Akhir akhir ini pergaulan anak punk yang masuk ke pemukiman kian meresahkan masyarakat

Akhir akhir ini pergaulan anak punk yang masuk ke pemukiman kian meresahkan masyarakat. Orang tua takut anak-anaknya ikut terbawa pergaulan negatif.

Ketakutan para orangtua menyusul adanya kasus pembunuhan oleh sepasang remaja bertato yang diketahui ikut masuk sekelompok anak punk. Hal itu membuat masyarakat semakin prihatin. Apalagi di Kabupaten Pekalongan ada sejumlah titik yang biasa dijadikan kumpul anak anak, diantaranya lapangan Desa Kampil, Wiradesa. Lapangan Gemek Kecamatan Kedungwuni.

Ketakutan itu seperti disampaikan Subhan. Pria asal Kecamatan Kajen ini ini mengaku anaknya nyaris ikut pergaulan anak punk. Ia mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa yang sering main ke rumahnya adalah segerombolan anak punk.

"Saya tidak tahu kalau ponakan itu ikut ikutan. Kemudian setelah beberapa hari tidak pulang ternyata ada yang memeri kabar bahwa warga melihat dengan segerombolan anak anak mengenakan kaos hitam, sejak itulah langsung dilarang, " ungkapnya.

Senada dengan Kepala Desa Kampil Kecamatan Wiradesa, Slamet. Menurutnya, letak wilayah yang dekat dengan pantura membuat sekelompok anak punk banyak yang mampir ke desanya. Terutama lapangan sepak bola yang dekat dengan Perlintasan Rel Kereta Api.

"Dulu banyak yang datang tapi adanya keluhan masyarakat akhirnya sepakat kalau ada anak punk kita minta pergi. Sebab apabila tidak maka anak anak kami bisa terbawa arus negatif," katanya.

Ditegaskan, lokasi yang sebelumnya biasa dijadikan tempat kumpul sengaja dibuat untuk arena olahraga. Dengan demikian lingkungan menjadi ramai dan anak punk tidak lagi ke lokasi.

"Kalau memang bandel warga sepakat untuk mengusir mereka baik siang ataupun malam. Karena apabila tidak dikerasin bahaya mengancam generasi kita, " imbuhnya. (Yon)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: